Yang paling terpukul adalah saham-saham dari grup konglomerat besar. Saham milik Keluarga Bakrie, misalnya, ambles dalam-dalam. BUMI merosot 14,53 persen, sementara DEWA turun 13,43 persen.
Di sisi lain, saham PANI dari kelompok Salim dan Agung Sedayu juga tak kalah terpuruk, terpangkas 14,89 persen.
Grup Prajogo Pangestu pun mengalami nasib serupa. BRPT, CUAN, PTRO, dan BREN, semuanya tercatat melemah lebih dari 10 persen. Bahkan, saham seperti EMAS sempat terjun bebas sebelum akhirnya mencoba bangkit lagi.
Meski begitu, tidak semua saham konglomerat terjerembab sama dalamnya. Ada beberapa yang masih bertahan relatif lebih baik. Saham BYAN milik Low Tuck Kwong, contohnya, hanya turun tipis 0,60 persen. Begitu pula dengan saham ADRO dan AADI dari kelompok Boy Thohir, yang masing-masing terkoreksi di kisaran 2,5 persen.
Hari ini, sentimen benar-benar menguasai pasar. Keputusan MSCI telah menciptakan gelombang ketidakpastian yang besar, dan investor lokal maupun asing tampaknya memilih untuk mengurangi eksposur mereka terlebih dahulu sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8%, BEI Terpaksa Bekukan Perdagangan
BI Luncurkan Peta Jalan Ekonomi 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Jadi Kunci
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil
MSCI Bekukan Perubahan Indeks, IHSG Tergelincir 7 Persen