Pada perdagangan terakhirnya, Kamis (8/1), LUCY ditutup di level Rp835 naik hampir 10 persen. Kalau dilihat lebih jauh, dalam sebulan sahamnya melambung 71,81 persen. Bahkan, dalam rentang tiga bulan, kenaikannya mencapai level fantastis: 735 persen.
Di sisi lain, nasib BLUE sedikit berbeda. Suspensi untuk saham ini hanya berlangsung singkat, tepatnya satu hari pada Selasa (27/1). Alasannya, pergerakan harga yang dianggap terlalu fluktuatif.
Meski begitu, BLUE juga menunjukkan kinerja yang solid. Pada Senin (26/1), sahamnya menguat 6,93 persen ke posisi Rp6.175. Dan dalam satu bulan terakhir, ia berhasil mencetak kenaikan yang cukup menggiurkan, lebih dari 113 persen.
Jadi, meski perdagangan sudah aktif kembali, para investor tampaknya perlu lebih waspada, terutama untuk LUCY yang masih dalam pengawasan ketat.
Artikel Terkait
Centrepark Raih Top Brand Award 2026 untuk Kategori Parking Management
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Bidik Bisnis Sewa Alat Tambang
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam untuk Nyepi 2026
Elnusa Siapkan Empat Strategi Dukung Target Satu Juta Barel Minyak per Hari