Pertama, ada Barito Pacific (BRPT). Saham ini kemarin melonjak 4,65 persen ke Rp2.700 dengan volume beli yang solid. Rekomendasinya adalah Buy on Weakness di rentang Rp2.560-Rp2.630. Target harga ditetapkan di Rp2.840 dan Rp2.960, dengan stoploss di bawah Rp2.520.
Lalu, Sinergi Inti Andalan Prima (INET) juga menunjukkan performa bagus. Menguat 1,36 persen ke Rp448 dan yang penting, bertahan di atas MA60. Strateginya serupa: Buy on Weakness di area Rp412-Rp434. Targetnya Rp468 dan Rp492, stoploss di bawah Rp392.
Berbeda sedikit dengan dua saham sebelumnya, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) justru terkoreksi ke Rp1.245. Tapi jangan salah, koreksi ini disertai peningkatan volume beli, lho. Ini bisa jadi sinyal akumulasi. Beli di kelemahan (Rp1.220-Rp1.240) untuk target Rp1.305 dan Rp1.355. Stoploss-nya di bawah Rp1.180.
Terakhir, United Tractors (UNTR). Saham ini terkoreksi cukup dalam, 5,87 persen ke Rp25.675 dengan tekanan jual yang masih kuat. Tapi, secara teknis masih bertahan di atas MA200. Untuk yang satu ini, rekomendasi Buy on Weakness ada di kisaran Rp24.975-Rp25.400. Target harga: Rp25.800 dan Rp26.175, dengan batas stoploss di bawah Rp24.550.
Jadi, intinya pasar punya potensi naik, tapi tetap awasi risiko koreksi. Keempat saham tadi menawarkan peluang dengan strategi beli di kelemahan, cocok untuk yang punya modal lebih dan mental kuat.
Artikel Terkait
IHSG Terjun Bebas 6,71%, Rupiah Ikut Melemah di Tengah Sentimen Campur-Campur Asia
Pasar Komoditas Lesu, Harga Timah Anjlok 4,55 Persen
BELL Bidik Pertumbuhan 8 Persen, Andalkan Produk Unik dan Pesanan Khusus
Badai Musim Dingin AS Pukul Produksi Minyak, Harga Melonjak 3 Persen