Performa perusahaan kurir seperti UPS dan FedEx ini selalu jadi tolok ukur menarik. Mereka sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi AS.
Di sektor lain, maskapai penerbangan juga punya cerita sendiri. Saham American Airlines naik 3,3% setelah proyeksi laba 2026 mereka mengalahkan perkiraan analis. Tapi tidak untuk JetBlue. Sahamnya terjun 4,9% karena kerugian kuartalannya lebih buruk dari yang diperkirakan. Semua ini terjadi di saat maskapai sedang kewalahan menghadapi gelombang pembatalan penerbangan. Cuaca musim dingin yang ekstrem di Pantai Timur AS benar-benar mengacaukan jadwal.
Nah, semua mata kini tertuju ke Rabu. Tiga raksasa teknologi Meta, Microsoft, dan Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka. Ini sekaligus menjadi penanda dimulainya musim laporan untuk kelompok "Magnificent Seven". Hasilnya bakal jadi ujian nyata: apakah reli Wall Street yang selama setahun digerakkan oleh euforia AI ini bisa bertahan?
Penguatan saham-saham besar itu sendiri telah mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu pada sesi Senin.
Tekanan ada di pundak para emiten. Pekan ini, setidaknya 102 perusahaan anggota S&P 500 akan membuka buku mereka. Sampai Jumat lalu, data LSEG mencatat 64 perusahaan sudah melaporkan. Dan sekitar 79,7% di antaranya berhasil melampaui perkiraan laba analis. Angka yang cukup melegakan, setidaknya untuk sementara.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tantang Investor: Tertawakan Saya, Tapi Jangan Lupa Investasi
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar