Purbaya Santai Tanggapi Firasat Noel: Saya Tak Pernah Terima Duit

- Senin, 26 Januari 2026 | 18:42 WIB
Purbaya Santai Tanggapi Firasat Noel: Saya Tak Pernah Terima Duit

Di kantornya yang terletak di kawasan Juanda, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak santai menanggapi peringatan yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Noel Ebenezer. Noel sebelumnya mengaku dapat kabar bahwa Purbaya bakal bernasib serupa dengannya berurusan dengan KPK.

“Oh, biar saja,” ujar Purbaya, Senin (26/1) lalu. Suaranya terdengar tenang, bahkan sedikit meremehkan.

“Yang penting gua enggak terima duit. Noel kan terima (duit), kan gua enggak terima duit. Gaji gua gede di sini, cukup.”

Menurutnya, kemungkinan dirinya menghadapi kasus seperti Noel amatlah kecil. Kecuali, tentu saja, jika ia mulai menerima uang. Purbaya menduga, pernyataan Noel itu mungkin muncul karena ada rasa kesal yang mendalam. Tapi ia yakin, isu seperti ini takkan mengganggu agenda reformasi pajak yang sedang digarap Kemenkeu.

Ia menekankan, integritasnya selalu dijaga. Tak pernah sekalipun menerima uang dari pihak manapun. Jadi, untuk apa takut?

“Penerimaan suap justru bikin posisi jadi rentan,” katanya. “Itu bakal menghambat kerja kita sebagai pejabat publik.”

Meski begitu, Purbaya tak sepenuhnya menutup mata. Ia mengakui, skenario seperti penjebakan tetap mungkin terjadi.

“Mungkin kalau ada yang naruh uang tiba-tiba di mobil saya, ya itu bisa saja,” ujarnya sambil berandai-andai. “Tapi kan harus ada latar belakang kasusnya seperti apa. Saya sih rasanya enggak ada urusan. Saya hanya bertanggung jawab ke Presiden, yang lain saya enggak peduli.”

Sebelumnya, di sela-sela persidangan kasusnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Noel sudah lebih dulu memberi sinyal. Suaranya bernada peringatan serius.

“Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan. Hati-hati tuh.”

Noel lalu menyebut beberapa kebijakan Purbaya mulai dari pelarangan thrifting sampai soal pajak telah mengusik ‘pesta’ tertentu.

“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” tuturnya.

Nada Noel jelas penuh kiasan. Tapi di balik itu, terselip pesan yang terdengar lebih seperti firasat gelap daripada sekadar sindiran biasa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar