Menariknya, Indonesia disebut-sebut jadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang mendapatkan teknologi ini. Manajemen berharap, kehadiran Revoria Press PC2120 bisa membuka pasar baru di segmen percetakan khusus yang selama ini mungkin belum terjamah.
Lalu, berapa harganya? Untuk mesin dengan segudang fitur ini, Astra Graphia membanderolnya di kisaran bawah Rp4 miliar. Penjualannya nanti akan dilakukan bertahap, mengandalkan jaringan distribusi perusahaan yang sudah tersebar di Jawa, Bali, hingga Kalimantan.
Di sisi lain, kinerja keuangan perusahaan sendiri terlihat solid. Hingga kuartal ketiga 2025, laba bersih mereka tercatat Rp181,26 miliar. Angka itu tumbuh cukup signifikan, sekitar 20,39% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersihnya juga naik, mencapai Rp2,26 triliun per September 2025.
Pencapaian itu tentu jadi modal berharga. Bagi manajemen, kondisi keuangan yang sehat adalah dasar yang kuat untuk menjalankan strategi jangka panjang. Mereka akan terus mendorong pengembangan solusi berbasis teknologi dan tetap fokus pada segmen-segmen yang memberikan nilai tambah tinggi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Selat Hormuz Tetap Tertutup Picu Kekhawatiran Pasar
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi, Soroti Emiten Potensial
Jepang dan Korea Selatan Siaga Intervensi Pasar, Waspadai Pelemahan Yen dan Won
Centrepark Raih Top Brand Award 2026 untuk Kategori Parking Management