Kalau kita lihat ke belakang, pergerakan kedua saham ini memang cukup tajam sebelum akhirnya dijeda. GRPM terakhir tercatat di level Rp134 per saham, dan sempat cetak auto reject atas tepat sehari sebelum suspensi, yaitu pada Jumat 9 Januari. Warannya, GRPM-W, juga ikut meroket ke Rp32.
Berbeda dengan GRPM, suspensi untuk AIMS relatif singkat. Saham ini hanya dikunci satu hari perdagangan, yakni Jumat lalu tanggal 23 Januari. Pemicunya sama: harga melesat hingga terkena ARA di Rp815.
Performa keduanya dalam periode tertentu terbilang fantastis. AIMS, misalnya, melesat lebih dari 91% dalam sepekan. Bahkan dalam sebulan, penguatannya tembus 112%. GRPM tak kalah panas, dengan kenaikan hampir 120% dalam satu bulan terakhir.
Kini, dengan pencabutan suspensi dan aturan baru yang menyertainya, pasar akan menguji ketahanan momentum kedua saham ini.
Artikel Terkait
IHSG Melesat, Sentuh Level 9.007 di Awal Pekan
BEI Kunci Saham BAIK Usai Harga Melonjak Tak Wajar
ASLI Sambut Pengendali Baru, Bidik Ekspansi ke Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Industri
PGJO Suntik Rp5,1 Miliar ke Anak Usaha untuk Genjot Ekspansi