IHSG ditutup di zona merah pada Jumat lalu, tepatnya tanggal 23 Januari. Indeks anjlok 41,17 poin atau 0,46 persen ke level 8.951,01. Suasana pasar terasa cukup berat.
Nah, menurut analis MNC Sekuritas dalam riset terbarunya, kondisi ini masih bagian dari koreksi. IHSG diprediksi masih berada dalam fase wave [iv] dari wave 5, yang artinya kerentanan untuk terkoreksi masih tinggi. Meski ada peluang menguat, ruang geraknya diperkirakan terbatas, hanya seputar level 8.960 sampai 8.985. Jadi, investor mesti waspada. Di sisi lain, area koreksi yang perlu dicermati ada di kisaran 8.708-8.790. Untuk level support dan resistance? Support utama ada di 8.852 dan 8.816, sementara resistance mengintai di 9.039 dan 9.120.
Lalu, saham apa saja yang pantas dipantau? Riset itu merekomendasikan beberapa emiten, dengan strategi yang berbeda-beda.
Pertama, ANTM. Saham ini memang naik 1,66% ke Rp4.290, tapi jangan terkecoh. Tekanan jual justru meningkat. Posisinya diduga sedang dalam wave (v) dari wave [iii]. Rekomendasinya adalah Buy on Weakness di rentang Rp4.200-4.280.
Target harga? Rp4.440 dan Rp4.580. Kalau malah jebol di bawah Rp4.200, lebih baik cut loss.
Berikutnya, GTSI. Ini lebih ekstrem, terkoreksi dalam 8,87 persen ke Rp370. Tekanan jual masih dominan dan trennya masih turun. Analis mengategorikan ini sebagai Spec Buy, alias untuk yang berani ambil risiko tinggi. Beli di area Rp318-338.
Artikel Terkait
ASLI Sambut Pengendali Baru, Bidik Ekspansi ke Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Industri
PGJO Suntik Rp5,1 Miliar ke Anak Usaha untuk Genjot Ekspansi
Setelah Terjun Bebas, Saham BCA Bangkit di Akhir Sesi dengan Volume Fantastis
Emas Tembus USD 5.000, Investor Berlarian ke Safe Haven