Eka Hospital Group baru saja membuka cabang kesembilannya. Lokasinya? Di kawasan premium MT Haryono, Jakarta. Langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa, tapi penegasan komitmen mereka untuk menghadirkan layanan kesehatan berkelas internasional di tengah kota.
Yang bikin tempat ini istimewa, salah satunya adalah teknologi yang diboyong. Mereka menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, yang sudah dianggap sebagai gold standard di banyak rumah sakit top dunia. Teknologi mutakhir ini jadi senjata andalan di cabang terbaru mereka.
Arsitektur bangunannya modern, interiornya elegan. Tapi tentu, yang lebih penting adalah apa yang ada di dalamnya: teknologi medis terkini dan tenaga medis multidisiplin yang berpengalaman. Semua itu dirancang untuk melayani kawasan strategis di koridor bisnis dan hunian Jakarta Selatan.
Nah, soal robot Da Vinci Xi tadi, apa sih untungnya buat pasien? Teknologi ini memungkinkan prosedur bedah minimal invasif dengan presisi tinggi. Visualisasinya tiga dimensi dan berdefinisi jernih, gerakannya stabil. Hasilnya? Katanya, sayatan jadi lebih kecil, nyeri pasca operasi berkurang, risiko komplikasi lebih rendah, dan masa pemulihan pun lebih cepat. Robot ini biasa dipakai untuk bedah urologi, digestif, ginekologi, dan prosedur kompleks lainnya.
Menurut CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, pembukaan cabang ini adalah bagian dari visi jangka panjang.
"Eka Hospital MT Haryono berada di kawasan premium dan strategis yang menghubungkan banyak pusat aktivitas di Jakarta. Kehadiran robot bedah Da Vinci Xi di sini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan teknologi terkini, sehingga masyarakat Indonesia bisa dapat layanan setara internasional di dalam negeri," ujarnya dalam Grand Opening yang digelar Jumat (23/1).
Di sisi lain, rumah sakit ini juga menawarkan berbagai layanan unggulan atau Center of Excellence. Fasilitas diagnostiknya modern, ruang perawatannya nyaman, dengan standar keselamatan pasien yang ketat. Sebagai bagian dari jaringan grup, mereka memungkinkan kolaborasi lintas cabang dan spesialis untuk hasil klinis terbaik.
Hospital Director Eka Hospital MT Haryono, dr. Sheirly Novan Indra, MARS, menambahkan poin penting soal kolaborasi.
"Dengan dukungan teknologi terkini dan kolaborasi lintas disiplin, kami bisa berikan penanganan yang lebih akurat, cepat, dan menyeluruh sesuai kebutuhan tiap pasien," katanya.
Dengan cabang ke-9 ini, posisi Eka Hospital Group sebagai jaringan rumah sakit swasta terdepan di Indonesia semakin kuat. Komitmen mereka untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan nasional juga kian jelas.
Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, punya pandangan yang lebih luas. Ia menyebutkan bahwa kehadiran rumah sakit ini adalah bentuk keyakinan mereka.
Ferry menegaskan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berkeadilan adalah hak dasar setiap orang. Ia juga berharap keberadaan rumah sakit ini bisa jadi landasan menuju Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, selaras dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS