Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026

- Jumat, 23 Januari 2026 | 21:36 WIB
Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026

Produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang 2025 anjlok. Penyebabnya jelas: longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang terjadi September lalu. Perusahaan induknya, Freeport McMoran (FCX), dalam laporan keuangan Jumat (23/1) menyebut, operasi di GBC baru bisa kembali normal di kuartal II 2026. Jadi, masih lama.

Padahal, di distrik mineral Grasberg, PTFI mengoperasikan tiga tambang bawah tanah besar: Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Dalam kondisi normal, ketiganya bisa menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas tiap tahun. Biaya operasinya pun termasuk yang terendah di dunia. Tapi, longsor itu mengacaukan semuanya.

Angkanya menunjukkan penurunan yang tajam. Produksi tembaga merosot dari 1,8 miliar pon di 2024 menjadi hanya 1,015 miliar pon di 2025. Nasib serupa menimpa produksi emas, yang turun drastis menjadi 937 ribu ounce dari sebelumnya 1,86 juta ounce di tahun sebelumnya.

Laporan itu menambahkan, operasi di GBC diharapkan bisa dimulai kembali pada kuartal II 2026. Dampaknya langsung terasa di penjualan kuartal IV. Volume penjualan tembaga PTFI anjlok jadi 112 juta pon, jauh dari 376 juta pon di periode yang sama tahun 2024. Emas pun hanya terjual 75 ribu ounce, turun signifikan dari 343 ribu ounce.

Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Kredit kas bersih per pon tembaga PTFI di kuartal IV 2025 ternyata lebih menguntungkan, yakni USD 0,74, dibandingkan USD 0,08 di kuartal IV 2024. Ini didorong kredit produk sampingan yang lebih tinggi dan bea ekspor yang lebih rendah. Tapi, angka ini belum termasuk biaya menganggur dan biaya pemulihan pasca-longsor yang mencapai USD 454 juta hanya untuk kuartal IV saja. Untuk sepanjang 2025, biaya pemulihan itu membengkak jadi USD 625 juta. Lumayan besar.

Menariknya, meski produksi turun, penjualan tahunan justru lebih tinggi. "Volume penjualan konsolidasi dari PTFI berjumlah 1,2 miliar pon tembaga dan 1,1 juta ounce emas untuk tahun 2025, melebihi produksinya," jelas perusahaan. Artinya, ada stok yang terjual.


Halaman:

Komentar