PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai berjalan di 16.752 titik. Yang menarik, proyek ini menggunakan dana desa yang dialokasikan sebesar Rp 210 triliun.
Menurut Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, proses pembangunannya masih terus berlangsung. Ia ditemui di Istana Negara pada Rabu (26/11).
“Kita sudah 16.752 titik yang sudah terbangun, baru 20 hari, lagi dibangun dulu,” kata Joao.
Joao juga menjelaskan, karena perusahaan ini masih terbilang baru, pembangunan tidak menggunakan aset internal Agrinas. Dana desa sebesar Rp 210 triliun itulah yang menjadi sumber pendanaan utama.
“Rp 210 triliun, sudah ditandatangani dengan Agrinas, kalau perlu tinggal pakai saja. Semuanya kan udah, itu namanya talangan, dananya sudah ada di bank-bank itu, ceknya sudah kepegang, tinggal bangun bayar bangun bayar,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat desa juga akan dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Joao menegaskan, tidak ada badan usaha seperti PT atau CV yang boleh ikut menyuplai material. Semua bahan bangunan harus dibeli dari toko material yang ada di desa setempat.
Targetnya, pembangunan ini bisa mencapai 50 persen pada akhir tahun 2025.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono memang telah menyampaikan bahwa Agrinas Pangan Nusantara bersama TNI akan membantu pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Untuk setiap Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, Agrinas Pangan Nusantara menganggarkan biaya pembangunan sekitar Rp 1,6 miliar.
Artikel Terkait
Gamis dan Abaya Dominasi Kiriman Barang Jamaah Haji, Fasilitas Bea Cukai Belanja Maksimal
Kemenhub Godok Aturan Integrasi Tarif dan Tiket Transportasi Multimoda
Dubes Iran Bantah Klaim Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Ketua Ombudsman RI Ditahan Usai Ditahan Terkait Suap Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang