Pasar Asia Lesu Dihajar Ketegangan Dagang dan Kekhawatiran Fiskal Jepang

- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:40 WIB
Pasar Asia Lesu Dihajar Ketegangan Dagang dan Kekhawatiran Fiskal Jepang

Menurut analisis Nomura, nasib pasar saham Jepang ke depan sangat tergantung pada hasil pemilu. Pasar bisa menguat jika Partai Demokrat Liberal pimpinan Takaichi meraih kemenangan besar. Sebaliknya, akan melemah jika mereka kehilangan kekuasaan, atau cenderung datar-datar saja jika hanya mempertahankan mayoritas tipis.

Tekanan dari Eropa juga jelas terasa. Meski pasar AS kemarin libur, bursa Eropa sempat anjlok. Pemicunya adalah ancaman Presiden Donald Trump yang akan mengenakan tarif tambahan untuk delapan negara Eropa. Semua itu, katanya, sampai AS diizinkan membeli Greenland. Ancaman ini kembali membuka luka ketidakpastian perdagangan global yang belum juga sembuh.

Dampaknya merata. Shanghai Composite di China tergerus 0,31 persen. Hang Seng Hong Kong sedikit melemah 0,21 persen. Sementara ASX 200 di Australia berkurang 0,28 persen.

Namun begitu, tidak semua berwarna merah. Di Korea Selatan, indeks KOSPI justru bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,10 persen, melanjutkan reli rekor nya. STI Singapura juga naik, meski sangat tipis, hanya 0,02 persen.

Secara keseluruhan, tekanan eksternal datang dari dua arah. Ancaman perang dagang AS-Eropa adalah yang pertama. Yang kedua, lonjakan imbal hasil obligasi Jepang bertenor panjang telah memperketat kondisi keuangan regional. Kombinasi kedua faktor ini akhirnya membebani selera risiko investor dan membuat sesi perdagangan di Asia hari ini berakhir dengan nada pesimis.


Halaman:

Komentar