tuturnya.
Lalu, siapa sebenarnya Juda Agung ini?
Pria kelahiran Pontianak, 1964, ini resmi menjabat Deputi Gubernur BI sejak awal 2022, berdasarkan Keputusan Presiden. Latar belakang pendidikannya cukup beragam. Ia memulai kuliah di IPB, mengambil teknologi pertanian. Namun, jalan hidupnya kemudian membawanya ke bidang ekonomi dan keuangan.
Setelah dari IPB, Juda melanjutkan studi ke University of Birmingham di Inggris. Di sana, ia meraih gelar master di bidang Money, Banking, and Finance pada 1995. Tak puas sampai situ, ia kembali ke kampus yang sama dan berhasil meraih gelar PhD di bidang Economics empat tahun kemudian.
Kariernya di Bank Indonesia sudah cukup panjang. Sebelum menjadi Deputi Gubernur, ia pernah menjabat Asisten Gubernur yang menangani urusan stabilitas sistem keuangan. Pengalaman internasionalnya juga tak main-main. Juda pernah ditugaskan sebagai Direktur Eksekutif untuk International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat, dari 2017 hingga 2019. Pengalaman global itu tentu menjadi bekal berharga.
Kini, jika usulan ini resmi, ia akan menghadapi tantangan baru di Kementerian Keuangan. Sebuah perpindahan yang menarik untuk disimak.
Artikel Terkait
OJK Perkuat Likuiditas Pasar Modal dengan Aturan Free Float dan Instrumen Baru
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025