Di Kepulauan Riau, Senin lalu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sebuah fenomena yang menarik. Ternyata, kini sejumlah negara justru datang ke Indonesia untuk belajar soal pertanian. Padahal, negara-negara tersebut termasuk dalam kategori maju dan sebelumnya tak pernah menganggap perlu untuk studi banding ke sini.
“Yang menarik adalah, negara-negara besar, negara maju, pertama menginjakkan kakinya disuruh untuk Menteri Pertaniannya,” ujar Amran.
“Dari Jepang datang, dari Chile, Jepang, Kanada datang ke Indonesia. Ini datang. Chile, Jepang juga datang. Tidak pernah kunjungan ke Indonesia untuk pertanian karena mereka lebih maju daripada kita,” tambahnya.
Amran menyebut beberapa nama. Chile, misalnya. Lalu ada Jepang, Kanada, Belarusia, Australia, sampai Rusia. Menurutnya, ini adalah negara-negara yang sebelumnya jarang atau bahkan tak pernah datang ke Indonesia untuk urusan pertanian.
“Chile, Belarusia, ini negara-negara yang tidak pernah datang ke Indonesia. Juga ada Australia, Rusia. Ini Australia datang, Rusia. Beberapa negara yang datang,” jelasnya.
Lantas, apa yang membuat mereka tertarik? Rupanya, mereka penasaran. Mereka ingin tahu rahasia di balik lompatan produksi pangan Indonesia yang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertanyaan itu bahkan dilontarkan langsung oleh Jepang.
“Mereka datang bertanya apa yang dilakukan di Indonesia. Jepang bertanya apa dilakukan sehingga melompat ke nomor dua dunia,” ucap Amran.
Artikel Terkait
Prabowo Ajukan Thomas Djiwandono untuk Isi Kursi Deputi Gubernur BI
IHSG Tembus 9.133, Rupiah Ikut Menguat di Tengah Awan Kelabu Bursa Asia
Prajogo Pangestu Gelontorkan Rp8,49 Miliar untuk Tambah Porsi Saham Barito Pacific
Dari Penolakan Tambang hingga Pasar Global: Kisah Madu Pelawan yang Mengubah Nasib Desa