Pasar saham Indonesia membuka pekan ini dengan sinyal positif. IHSG mengawali perdagangan Senin pagi di zona hijau, menguat 28,485 poin ke level 9.103,892. Kenaikan itu sekitar 0,31 persen.
Sebelumnya, pada sesi pre-opening, sentimen sudah terlihat optimis dengan penguatan 23 poin lebih. Ini jadi pertanda awal yang cukup menggembirakan bagi investor lokal.
Di sisi lain, pergerakan mata uang juga menunjukkan tren yang mendukung. Rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar AS pagi tadi. Berdasarkan pantauan Bloomberg sekitar pukul 08.50 WIB, kurs berada di Rp 16.887. Itu artinya rupiah naik 9 poin atau 0,05 persen.
Namun begitu, kondisi di kawasan Asia justru beragam. Tak semua bursa mengikuti kenaikan IHSG.
Indeks Nikkei 225 Jepang, misalnya, terperosok cukup dalam. Turun 757 poin ke level 53.178. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura juga tercatat melemah, masing-masing anjlok 0,87 persen dan 0,52 persen.
Pengecualian terjadi di China. Indeks SSE Composite justru naik tipis 0,19 persen, bertahan di atas level 4.100.
Jadi, pagi ini IHSG seperti berjalan sendiri di tengah tekanan yang masih terasa di sebagian besar bursa regional. Perbedaan performa ini patut diamati, apakah bisa bertahan sepanjang sesi atau tidak.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik
BP Tapera Salurkan 77.532 Unit Rumah Subsidi Lewat FLPP hingga Juni 2026, Baru Capai 22,15 Persen dari Target
IHSG Diproyeksikan Tembus Level 6.100 Pekan Depan, Didukung Meredanya Ketegangan Global dan Penguatan Rupiah
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026 Jadi 1,8 Persen Imbas Tekanan Rupiah dan Suku Bunga