Investor juga tampaknya enggan mengambil posisi besar. Mereka menahan diri menyambut libur panjang Senin depan, memperingati Hari Martin Luther King Jr. yang membuat pasar saham AS tutup.
Meski pergerakan harga belakangan ini cenderung sempit, ada yang meramalkan bakal ada gejolak. Bruce Zaro dari Granite Wealth Management termasuk yang berpendapat begitu, terutama dengan berakhirnya kontrak opsi bulanan.
"Secara historis, pertengahan Januari memang cenderung bergejolak," kata Zaro.
"Kalau periode itu sudah terlewati, kemungkinan kinerja akan sedikit membaik sampai akhir bulan. Mudah-mudahan, kita dapat hasil positif di Januari ini," imbuhnya, melihat kondisi ini bisa jadi sinyal awal yang baik untuk pasar sepanjang tahun.
Pekan ini juga ditandai pergeseran dana yang menarik. Uang mengalir keluar dari saham-saham teknologi raksasa menuju aset yang dianggap lebih murah. Saham berkapitalisasi menengah dan kecil bahkan catat kinerja lebih baik ketimbang indeks S&P 500.
Di lantai bursa NYSE, suasana agak berat. Jumlah saham yang turun mengalahkan yang naik dengan rasio 1,19 berbanding 1. Meski begitu, masih ada 423 saham yang cetak rekor tertinggi baru, berbanding 64 yang jatuh ke rekor terendah baru.
Volume perdagangan hari Jumat terpantau cukup tinggi, mencapai 18,77 miliar saham. Angka ini melampaui rata-rata 20 hari sebesar 16,85 miliar saham, menunjukkan ada aktivitas yang cukup sibuk meski indeks stagnan.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Sideways, Ini Deretan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Harga Emas Antam Melonjak Rp 40 Ribu per Gram, Pajak Penjualan Ikut Berubah
Arus Balik Jabotabek Tembus 157 Ribu Kendaraan, Mayoritas dari Arah Timur
IHSG Melaju Sendirian, Sentimen Positif Warnai Awal Pekan