Kalau kita lihat kelompok pertumbuhan menengah, Brasil diperkirakan 1,9 persen. Korea Selatan sedikit di bawahnya, 1,8 persen. Kanada dan Meksiko sama-sama di level 1,5 persen.
Di Eropa, situasinya terasa lebih suram. Uni Eropa secara keseluruhan cuma diproyeksikan tumbuh 1,4 persen. Inggris sedikit lebih rendah, 1,3 persen. Afrika Selatan mencatat 1,2 persen, sementara Rusia nyaris stagnan di angka 1,0 persen.
Yang lebih pelan lagi adalah Jerman dan Prancis, yang masing-masing cuma 0,9 persen. Italia bahkan lebih lemah, cuma 0,8 persen. Angka-angka ini jelas menggambarkan betapa lesunya ekspansi ekonomi di kawasan tersebut.
Dan yang terendah? Itu adalah Jepang. Negeri Matahari Terbit itu cuma diproyeksi tumbuh 0,6 persen pada 2026. Proyeksi ini seperti mengonfirmasi semua tantangan lama yang membelit: populasi yang semakin menua dan permintaan domestik yang lemas.
Jadi, apa yang bisa kita simpulkan? Peta pertumbuhan global tahun 2026 nanti tampaknya masih akan didominasi oleh negara-negara berkembang, khususnya dari Asia. Ketimpangan laju pertumbuhan antara negara maju dan berkembang diprediksi kian melebar. Perlahan tapi pasti, pusat gravitasi ekonomi dunia terus bergeser ke timur.
Artikel Terkait
Stok Beras Aceh Melimpah, BULOG Pastikan Ramadan dan Lebaran Aman
68 Desa di Aceh Masih Gelap, Tim PLN Terobos Medan Terisolir Pascabencana
Libur Panjang Januari Tak Berdampak Signifikan pada Hunian Hotel
Purbaya Tegaskan Dana Transfer ke Daerah untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Dipotong