Pasar saham hari Kamis (15/1/2026) diramaikan oleh aksi belasan emiten tekstil yang melesat. Sentimennya jelas: kabar rencana pemerintah menghidupkan kembali BUMN tekstil langsung disambut meriah oleh investor. Nyaris semua saham di sektor itu berwarna hijau, dengan beberapa bahkan mencatatkan kenaikan yang fantastis.
Lihat saja PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI). Sahamnya melonjak 34,75 persen ke level Rp190. Padahal, sebulan terakhir harganya cuma berkutat di sekitar Rp105-115 per lembar. Posisi runner-up ditempati PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), yang juga naik tajam 34,56 persen ke Rp183. Tidak ketinggalan, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) meroket 34,15 persen ke Rp110, setelah sebelumnya terperosok di bawah angka psikologis Rp100.
Rupanya, rencana suntikan dana segar senilai USD6 miliar dari Danantara untuk BUMN tekstil itu bukan angin lalu. Gelombang optimisme itu bahkan meluap ke perusahaan-perusahaan yang bisnisnya berkaitan erat dengan industri tekstil.
PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), misalnya, jadi jawara top gainers hari ini dengan kenaikan mentok 35 persen ke Rp81. Perusahaan yang bergerak di perdagangan besar tekstil dan pakaian jadi ini seolah mendapat angin kedua.
“Ini jelas reaksi pasar yang sangat positif. Investor membaca ini sebagai momentum kebangkitan industri tekstil nasional secara keseluruhan,” kata seorang analis yang enggan disebutkan namanya.
Efek berantainya terasa. PT ChemStar Indonesia Tbk (CHEM), pemasok bahan kimia untuk tekstil, ikut terdongkrak 29,13 persen. Saham-saham lain seperti ACRO, ERTX, hingga INDR juga mencatatkan kenaikan yang tidak main-main, berkisar antara 20-an hingga 25 persen.
Kalau dirangkum, inilah jagoan-jagoan hari itu: ZATA ( 35%), ESTI ( 34,75%), INOV ( 34,56%), BELL ( 34,15%), dan CHEM ( 29,13%). Mereka memimpin pesta di sektor yang sebelumnya terlihat cukup lesu.
Di sisi lain, emiten tekstil lain juga ikut menikmati euforia. PBRX naik 8,93%, TRIS menguat 16,67%, sementara POLU merangkak naik hampir 20%. Secara keseluruhan, papan perdagangan dipenuhi nama-nama sektor ini dengan warna hijau yang mendominasi.
Gebrakan ini berawal dari pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah memang serius ingin menghidupkan kembali BUMN tekstil sebagai bagian dari strategi penguatan industri padat karya. Selain pendanaan besar, fokusnya juga pada penguatan produksi dan membuka keran ekspor yang lebih lebar.
Airlangga menegaskan, salah satu prioritas adalah mempercepat perjanjian IEU-CEPA dengan Uni Eropa. Tujuannya agar produk tekstil dalam negeri punya akses pasar yang lebih luas lagi. Rencana ini, tampaknya, sudah dibaca pasar sebagai sebuah game changer.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
BPII Kurangi Modal Anak Usaha di Singapura Senilai Rp34,71 Miliar
Argentina Jadi Negara dengan Utang Terbesar ke IMF, Capai Rp680 Triliun
TOTO Bagikan Dividen Final Rp134 Miliar untuk Tahun Buku 2025