Pasar saham Indonesia kembali mencatatkan hari yang positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,47 persen atau 42,82 poin ke level 9.075 pada perdagangan Kamis sore. Tak cuma IHSG, Indeks LQ45 juga ikut naik 7,34 poin ke 889,43.
Perjalanan hariannya cukup menarik. Di pagi hari, tepatnya pukul 10:00 WIB, IHSG sempat menyentuh rekor baru di angka 9.100,82. Suasana optimis sempat terasa. Namun begitu, pergerakannya tak mulus-mulus amat. Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif sebelum akhirnya menguat tipis di penutupan.
Transaksi hari ini cukup ramai. Nilainya mencapai Rp 27,86 triliun dengan volume perdagangan saham sebanyak 50,38 miliar. Frekuensinya pun tinggi, tercatat lebih dari 3,3 juta kali perdagangan terjadi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 339 saham menguat, sementara 331 lainnya melemah. Ada juga 133 saham yang harganya stagnan, alias nggak berubah. Dengan kondisi ini, kapitalisasi pasar BEI bertengger di angka Rp 16.542 triliun.
Yang menarik perhatian adalah aksi saham-saham sektor tekstil. Mereka tiba-tiba melesat dengan kenaikan fantastis, bahkan ada yang di atas 30 persen. Sepertinya ada sentimen khusus yang mendorongnya.
Beberapa emiten yang jadi primadona hari ini antara lain:
- Zatta Jaya (ZATA) meroket 35 persen ke level 81.
- Ever Shine (ESTI) menguat 34,75 persen, ditutup di 190.
- Inocycle Technology Group (INOV) naik 34,56 persen ke 183.
- Trisula Textile Industries (BELL) melonjak 34,15 persen.
- Chemstar Indonesia (CHEM) juga ikut merangkak naik 29,13 persen.
Di sisi lain, kondisi pasar regional Asia tak seragam. Mayoritas justru terlihat lesu.
Indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong sama-sama terkoreksi, masing-masing turun 0,37 persen dan 0,26 persen. Shanghai Composite China juga melemah 0,33 persen. Hanya Straits Times Singapura yang sedikit hijau, naik tipis 0,24 persen.
Sementara di pasar valas, rupiah justru tertekan. Berdasarkan pantauan Bloomberg, mata uang kita melemah 0,18 persen ke level Rp 16.895 per dolar AS. Jadi, sementara saham merayap naik, nilai tukar rupiah harus menghadapi tekanan tersendiri.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Rusia Bahas Rencana Pembangunan Gudang Penyimpanan Minyak di Sumatera
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556 Miliar, Yield Capai 13%
Kawasan Golf Bandar Kemayoran Berbenah Jadi Kemayoran Indah Golf
PTPP Rampungkan Struktur Utama Gedung RS Jantung Internasional Harapan Kita