Tahun 2025 mencatatkan sejarah baru untuk program rumah subsidi. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai angka tertinggi sejak program ini berjalan.
“Kami melaporkan bahwa pada tahun 2025 kami mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah FLPP, dengan angka realisasi sebesar 278.868,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kementerian PKP, Jakarta, Kamis lalu. Angka tersebut setara dengan 80 persen dari target awal tahun yang dicanangkan, yaitu 350.000 unit. Nilai pembiayaannya pun tak main-main, menyentuh sekitar Rp 34,64 triliun.
Yang menarik, mayoritas penerimanya adalah anak muda. Generasi Z dan milenial rupanya mendominasi. Kelompok usia 19-30 tahun menyumbang porsi terbesar, yakni 62,03 persen atau setara dengan 172.991 orang. Mereka diikuti kelompok 31-40 tahun (74.538 orang) dan di atas 41 tahun (31.339 orang).
Heru melihat ini sebagai perubahan pola pikir yang signifikan. Selama ini ada anggapan bahwa generasi muda lebih suka menyewa dan enggan berkomitmen punya rumah. Ternyata, data berkata lain.
“Saya kira inilah yang harus kita dorong ke depan. Anggapan bahwa Gen Z dan milenial malas bergerak dan lebih memilih menyewa ternyata tidak terbukti. Sebanyak 62 persen penerima akses FLPP adalah milenial dan Gen Z,” katanya.
Dari total unit yang disalurkan, hampir semuanya adalah rumah tapak (278.865 unit). Hanya tiga unit yang berupa rumah susun.
Artikel Terkait
Rosan Roeslani Buka Suara: BUMN Tekstil Baru Bakal Telan Investasi Rp 101 Triliun
ICP Desember 2025 Anjlok ke USD61,10, Pasar Dihantui Super Glut
IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejarah Jelang Long Weekend
RMKE Perkuat Direksi dan Pacu Ekspansi Usai Rapat Aksi