Kabut masih menggantung di lereng bukit ketika rombongan Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi R, tiba di Tapanuli Selatan. Tujuannya jelas: meninjau langsung dua desa yang porak-poranda diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Desa Garoga, salah satunya, disebut-sebut sebagai wilayah yang paling parah terkena dampaknya.
Kondisi di sana memang memprihatinkan. Jalan penghubung utama desa itu kini hilang, terputus total oleh amukan air dan tanah.
"Akses jalan penghubung utama di Desa Garoga kini terputus total akibat terjangan banjir,"
kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, Sabtu lalu. Tanpa akses itu, bantuan dan evakuasi jadi tantangan berat.
Jenderal Tandyo tak hanya sekadar melihat dari kejauhan. Ia turun langsung, berjalan menyusuri lokasi bencana yang berantakan. Dari posko darurat, tenda-tenda pengungsian, hingga dapur umum dan layanan kesehatan semua diperiksanya dengan saksama. Tak lupa, bantuan langsung disalurkan untuk sedikit meringankan beban warga Garoga dan Batuhulu yang kehilangan segalanya.
Namun begitu, kunjungannya bukan sekadar formalitas. Sang jenderal juga mengecek kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Bagaimana kondisi terakhir pasca bencana? Sejauh mana progres evakuasi berjalan? Ia mendengarkan laporan dari personel Kodam I/BB yang bekerja sama dengan BPBD dan pemda setempat. Semua detail itu penting untuk memastikan upaya pemulihan berjalan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Kapal KM Citra Anugrah Tewaskan Dua ABK di Selayar
Pengadilan Selesaikan Pengukuran Tanah Hotel Sultan, Eksekusi Makin Terbuka
Ledakan Tabung Gas di Kapal Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar
Dua Ponsel Oppo Laku Rp 59,7 Juta di Lelang KPK, Disebut Anomali