ESTI Melonjak 35%, Sentimen BUMN Tekstil Picu Euforia Pasar

- Kamis, 15 Januari 2026 | 15:35 WIB
ESTI Melonjak 35%, Sentimen BUMN Tekstil Picu Euforia Pasar

Kalau bicara soal saham yang lagi panas, ESTI pasti masuk daftar. Saham PT Ever Shine Tex Tbk ini tiba-tiba melonjak hingga auto reject, tepatnya di perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Harganya mentok di Rp190 per lembar naik fantastis 34,75% dalam sehari. Pemicunya? Kabar rencana pemerintah yang ingin menghidupkan kembali BUMN di sektor tekstil. Sentimen itu langsung disambut pasar dengan euforia.

Lantas, siapa sebenarnya di balik perusahaan ini? ESTI bergerak di industri tekstil dan tercatat sebagai emiten barang konsumen non-primer. Usianya sudah setengah abad lebih, didirikan sejak 1974. Awalnya, mereka cuma fokus pada pewarnaan kelambu nyamuk. Baru dua tahun kemudian, bisnisnya merambah ke kain tenun.

Perjalanan bisnis ESTI terbilang konsisten. Di tahun 1990, mereka membuka divisi garmen. Ekspansi terus berlanjut, termasuk dengan membentuk divisi produksi benang nylon. Intinya, produk utama mereka mencakup benang, anyaman, dan rajutan. Semua produksi ini ditangani oleh anak usahanya, PT Prima Rajuli Sukses.

Soal kapasitas, angkanya cukup besar. Mereka bisa memproduksi 21.000 ton filamen nylon 6 per tahun, termasuk benang bertekstur dan benang mikro filamen. Benang-benang ini biasa dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari tenun sempit, bordir, sampai bahan kaus kaki.

Belum cukup di situ. ESTI juga punya kapasitas produksi kain tenun sintetis hingga 36 juta yard per tahun, plus 1.800 ton kain rajut lusi. Jaringan pemasarannya pun global, menjangkau benua dari Asia sampai Amerika. Beberapa negara tujuannya antara lain Malaysia, Vietnam, Jepang, Amerika Serikat, hingga Brazil.

Yang menarik, produk mereka dipakai oleh sejumlah brand ternama. Sebut saja Uniqlo, Eiger, Erigo, bahkan brand aplikasi seperti Grab dan GoJek. Jadi, meski namanya mungkin kurang familiar di telinga publik, produknya justru ada di sekitar kita.


Halaman:

Komentar