PT PIMSF Pulogadung, yang merupakan bagian dari Tjokro Group, resmi meluncurkan penawaran tender wajib atas saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO). Ini dilakukan setelah mereka menjadi pengendali baru perusahaan. Harga yang ditawarkan? Rp436 per lembar saham.
Kalau dihitung-hitung, nilai maksimal transaksi ini bisa mencapai Rp158,57 miliar. Angka itu muncul dari penawaran untuk sebanyak-banyaknya 363,70 juta saham, atau sekitar 54,55% dari modal GPSO. Periode penawarannya sendiri berjalan cukup lama, dari pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026.
Nah, dari mana patokan harga Rp436 itu? Menurut prospektus yang dirilis Rabu lalu, harga itu bukan angka asal. Mereka merujuk pada harga rata-rata tertinggi saham GPSO di BEI dalam 90 hari sebelum 10 Oktober 2025. Pengendali baru juga menyatakan sudah siap dananya. Komitmen mereka jelas: membayar penuh kepada pemegang saham yang memutuskan untuk melepas sahamnya.
Langkah ini sebenarnya adalah kelanjutan dari sebuah proses akuisisi yang sudah rampung sebelumnya. Tjokro Group baru saja membeli 45,45% saham GPSO dari Karnadi Margaka. Transaksi itu bernilai sekitar Rp20 miliar, dengan harga per saham jauh lebih rendah, yaitu Rp66.
Dengan dua langkah strategis ini, posisi Tjokro Group di GPSO kini sudah sangat kuat. Mereka bukan cuma pemegang saham terbesar, tapi juga punya kendali penuh atas arah perusahaan ke depan.
Lantas, apa rencananya? Tjokro Group punya visi yang cukup ambisius. Mereka ingin mengembangkan GPSO dengan memperkuat bisnis intinya, yaitu machining atau permesinan. Targetnya adalah menciptakan integrasi dari hulu ke hilir.
Harapannya, strategi ini bisa mendongkrak daya saing GPSO dan menjadikannya salah satu pemain kunci di industri permesinan dalam negeri. Perjalanannya tentu akan menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dominasi Saham Unggulan Warnai Peta Pasar Modal Indonesia pada Maret 2026
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%