IHSG tampaknya masih punya tenaga untuk melanjutkan tren positif hari ini, Rabu (14/1/2026). Ini setelah indeks kemarin ditutup menguat 0,72 persen, menggapai level 8.948,3. Sentimen pasar terlihat cukup solid, didorong oleh aksi beli investor asing yang mencapai Rp1,45 triliun dalam satu hari perdagangan saja.
Deretan saham seperti INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM jadi favorit mereka. Aktivitas beli dari luar negeri itu jelas memberi angin segar.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar. Syaratnya, indeks harus bisa bertahan di atas support kunci di level 8.900.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8.900," ujarnya.
Dia memetakan, area support berikutnya ada di 8.860, sementara resistance terdekat mengintai di kisaran 8.970 hingga 9.000. Dengan peta pergerakan seperti itu, Fanny punya enam rekomendasi saham yang patut dipertimbangkan.
Pilihannya jatuh pada MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG. Untuk masing-masing saham, dia memberikan level beli, target, dan titik cutloss yang cukup rinci.
MEDC, misalnya. Bisa dibeli jika berhasil break di atas Rp1.505. Target dekatnya di rentang Rp1.530-Rp1.560, dengan batas aman cutloss di bawah Rp1.490.
Untuk ARCI, masuk kategori spekulatif buy. Area beli idealnya di Rp1.745-Rp1.755. Kalau mau ambil risiko, targetnya Rp1.770 sampai Rp1.805. Tapi hati-hati, cutloss-nya ketat di bawah Rp1.735.
Saham CDIA masuk radar jika tembus Rp1.540. Targetnya lebih tinggi, di Rp1.575 hingga Rp1.620. Jaga stop loss di bawah Rp1.510.
MINA juga masuk rekomendasi spekulatif. Area beli di sekitar Rp560-Rp570. Kalau ambil posisi di sini, target ke Rp615-Rp645. Tapi jika harga jatuh menembus Rp550, lebih baik keluar.
ANTM, emiten tambang yang kemarin diborong asing ini, masih menarik. Spec buy di area Rp3.840-Rp3.880. Targetnya moderat, Rp3.920-Rp3.950, dengan cutloss di Rp3.810.
Terakhir, ENRG. Rekomendasi beli spekulatif di kisaran Rp1.635-Rp1.645. Target kenaikan di level Rp1.670-Rp1.710. Jika tren berbalik dan harga sentuh Rp1.620, itu saatnya cutloss.
Semua rekomendasi ini tentu perlu disaring dengan kondisi pasar sesungguhnya dan risk appetite masing-masing investor. Pasar bisa berubah cepat, dan tidak ada yang benar-benar pasti.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar