“Ini penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” tegasnya.
Ia punya pengalaman konkret. Dulu di Gorontalo, lewat program REDD , ia bekerja sama dengan Jepang menanam kakao dan bakau. Hasilnya? Kakao itu diekspor langsung ke Jepang. Kini, ada lagi program penanaman lima juta pohon kelapa yang sedang berjalan.
Menurut Gobel, program semacam ini punya banyak manfaat. Selain urusan perubahan iklim, juga bisa mengatasi krisis pangan. Data menunjukkan, situasi ketahanan pangan di Indonesia timur memang sangat membutuhkan intervensi.
“Karena itu program ini menjadi sangat penting untuk menjadi fokus perhatian kerja sama Indonesia-Jepang,” jelasnya.
Terakhir, Gobel menyoroti sumber daya manusia. Ia yakin, pertukaran guru dengan Jepang bisa jadi solusi. Dengan cara itu, kualitas pendidikan di timur diharapkan bisa terdongkrak, mengejar ketertinggalan yang selama ini terjadi.
Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh delegasi Jepang yang dipimpin Ishida Masahiro. Anggotanya antara lain Adachi Masahi, Koga Chikage, dan Ueda Kiyoshi. Dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, hadir pula Atase Politik Tanaka Motoyasu dan Kumakura Aya.
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai Hari Ini
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Emiten, Direksi, Auditor, dan Penjamin Emisi
CLEO Rampungkan Tiga Pabrik Baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar