Di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi angkat bicara. Ia menyambut positif imbauan sejumlah pemimpin daerah yang meminta warganya untuk tidak main petasan atau kembang api saat malam tahun baru nanti. Bagi Prasetyo, langkah ini bukan sekadar larangan biasa.
“Ya saya kira itu sangat tepat. Sangat tepat karena kita juga harus menunjukkan rasa empati, solidaritas, dan rasa senasib sepenanggungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai satu bangsa, sudah seharusnya seluruh masyarakat menunjukkan kepedulian. Terutama kepada saudara-saudara di Sumatera yang sedang berjuang menghadapi bencana. Menurutnya, momen pergantian tahun ini harus diisi dengan cara yang lebih bermakna.
“Sebagai satu bangsa kan tentunya ada yang sedang mengalami bencana yang kita juga harus ikut merasakan bahwa ini bertempat dengan masalah kebetulan ada pergantian tahun,” jelas Prasetyo.
Jadi, wajar saja jika beberapa gubernur dan bupati mengambil sikap itu. Apalagi kondisi di sejumlah wilayah, seperti Sumatera dan Kalimantan Selatan, masih jauh dari pulih. Banjir dan tanah longsor meninggalkan dampak yang dalam, butuh waktu untuk kembali normal.
Dengan nada tegas, Prasetyo pun menandaskan, “Ya kalau kami berpendapat ya apa yang disampaikan oleh kepala-kepala daerah itu sudah benar.”
Intinya, imbauan untuk mengganti hingar-bingar kembang api dengan solidaritas itu dinilainya sebagai cerminan kebersamaan. Sebuah tanda bahwa di saat sulit, Indonesia bisa bersatu.
Artikel Terkait
Partai Gema Bangsa Tawarkan Konsep Anti-Feodalisme Menuju Pemilu 2029
Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Sidang Pleno HIPMI 2026, Diikuti 3.000 Peserta
Menko Polhukam Apresiasi Respons Cepat TNI-Polri Tangani Penembakan Pilot di Papua