Dua Komisaris Mundur, MKNT Justru Pacu Akuisisi Rp823 Miliar

- Rabu, 14 Januari 2026 | 04:30 WIB
Dua Komisaris Mundur, MKNT Justru Pacu Akuisisi Rp823 Miliar

Ada perkembangan mengejutkan dari internal PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT). Dua pucuk pimpinan dewan komisaris perusahaan memilih untuk mundur. Langkah ini diambil justru saat perusahaan sedang berupaya membenahi diri.

Yang mengundurkan diri adalah Ivan Zuchly, sang Komisaris Utama, dan Julius Sardi yang menjabat sebagai Komisaris Independen. Pengunduran diri mereka resmi diterima perseroan pada 12 Januari 2026 lalu.

Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, memberikan konfirmasinya.

"Kami telah menerima surat pengunduran diri kedua komisaris tersebut," ujarnya, mengutip keterbukaan informasi yang dirilis Selasa (13/1).

Menurut Jefri, mundurnya kedua orang ini tidak akan memberikan dampak material bagi operasional perusahaan. Jadi, bisnis akan tetap berjalan seperti biasa.

Di sisi lain, MKNT sebenarnya sedang menyiapkan langkah besar. Mereka baru saja mendapat suntikan dana segar berupa pinjaman tanpa bunga yang jumlahnya fantastis: Rp823 miliar. Uang itu rencananya dipakai untuk membeli dua perusahaan di Banten.

Nah, rinciannya begini. Sekitar Rp155 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi hampir seluruh saham PT Radja Udang Malingping, yang fokus pada budidaya udang. Sisa dana yang jauh lebih besar, Rp668 miliar, ditujukan untuk mengambil alih PT Citra Baru Steel, sebuah pabrik baja di kawasan Cikande, Serang.

Manajemen beralasan, akuisisi ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup MKNT ke depannya. Namun begitu, rencana ini belum final. Semuanya masih sebatas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), belum eksekusi penuh.

Kondisi MKNT di bursa sendiri sedang tidak baik-baik saja. Sahamnya kini disuspensi oleh BEI. Penyebabnya beragam, mulai dari ekuitas yang sudah negatif hingga keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Harganya mentok di Rp1 per lembar, dengan kapitalisasi pasar yang menyusut drastis tinggal Rp6 miliar.

Jadi, di tengah rencana pemulihan lewat akuisisi besar-besaran, perusahaan justru ditinggal oleh dua komisarisnya. Situasi yang cukup menarik untuk dicermati perkembangannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar