Pipa Bawah Laut Balikpapan Hidup, Pasokan Energi Indonesia Timur Diperkuat

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:30 WIB
Pipa Bawah Laut Balikpapan Hidup, Pasokan Energi Indonesia Timur Diperkuat

Proyek besar itu akhirnya resmi beroperasi. Infrastruktur energi terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan kini sudah hidup, dan kesiapan distribusi langsung menyusul. Pertamina Patra Niaga, tak mau ketinggalan, siap menyalurkan energi lewat Terminal BBM Tanjung Batu yang punya kapasitas cukup besar: 125.000 kiloliter.

Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, terminal ini terhubung langsung dengan kilang RDMP Balikpapan. Koneksinya unik, melalui dua jalur pipa bawah laut atau submarine pipeline. “Dengan begitu, distribusi produk energi bisa lebih efisien dan andal,” jelasnya. Khususnya, ini untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur yang selama ini kerap jadi perhatian.

Sebagai bagian dari tahap commissioning, mereka sudah sukses melakukan transfer perdana. Produk diesel dari Kilang RDMP Balikpapan berhasil dialirkan ke Terminal BBM Tanjung Batu. Langkah ini bukan sekadar uji coba. Ia menandai kesiapan penuh infrastruktur pendistribusian untuk mendukung operasional kilang ke depannya.

“Fuel Terminal Tanjung Batu kami siapkan sebagai bagian dari integrasi RDMP Balikpapan melalui dua jalur submarine pipeline. Kami harap ini bisa memperkuat infrastruktur strategis, guna memastikan pasokan energi nasional yang andal dan berkelanjutan,” ujar Mars Ega dalam keterangan resmi, Selasa (13/1).

Nah, peresmian infrastruktur energi terintegrasi ini sendiri dilakukan sehari sebelumnya, yaitu Senin (12/1), oleh Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Proyek raksasa ini menelan investasi yang tak main-main: USD 7,4 miliar atau kalau dirupiahkan, sekitar Rp 123 triliun.

Dampaknya signifikan. Dengan diresmikannya proyek ini, Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) secara otomatis naik kelas. Ia kini jadi kilang terbesar di tanah air. Kapasitas pengolahannya melonjak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Sebuah lompatan yang cukup berarti.

“Tentunya saya menyambut bahagia dan sangat bangga atas peresmian hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, pihak, dan jajaran personalia sehingga kita berhasil mencapai hari ini. Ini prestasi yang sangat penting bagi bangsa,” kata Prabowo.

Jadi, dari Balikpapan, pasokan energi nasional terutama untuk kawasan Timur diharapkan bakal lebih lancar dan terjamin. Semua mata kini tertuju pada operasional berkelanjutan proyek strategis ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar