Proyek besar itu akhirnya resmi beroperasi. Infrastruktur energi terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan kini sudah hidup, dan kesiapan distribusi langsung menyusul. Pertamina Patra Niaga, tak mau ketinggalan, siap menyalurkan energi lewat Terminal BBM Tanjung Batu yang punya kapasitas cukup besar: 125.000 kiloliter.
Menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, terminal ini terhubung langsung dengan kilang RDMP Balikpapan. Koneksinya unik, melalui dua jalur pipa bawah laut atau submarine pipeline. “Dengan begitu, distribusi produk energi bisa lebih efisien dan andal,” jelasnya. Khususnya, ini untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur yang selama ini kerap jadi perhatian.
Sebagai bagian dari tahap commissioning, mereka sudah sukses melakukan transfer perdana. Produk diesel dari Kilang RDMP Balikpapan berhasil dialirkan ke Terminal BBM Tanjung Batu. Langkah ini bukan sekadar uji coba. Ia menandai kesiapan penuh infrastruktur pendistribusian untuk mendukung operasional kilang ke depannya.
Artikel Terkait
Diskon 50% Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap Ringankan Beban Ojol Mulai 2026
Stok Beras Pemerintah Tembus 3,36 Juta Ton, Bapanas: Tak Perlu Impor
Gambir Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Tapi Untung Besar Dinikmati India
Januari 2026, Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Rp11 Triliun untuk Perdalam Pasar Syariah