IHSG Terganjal di 8.970, Analis Soroti Peluang di Sektor Tambang

- Senin, 12 Januari 2026 | 05:20 WIB
IHSG Terganjal di 8.970, Analis Soroti Peluang di Sektor Tambang

Pasar saham Indonesia diprediksi bakal dibuka dengan suasana campur aduk hari ini, Senin. IHSG, yang pekan lalu ditutup menguat tipis di level 8.936,75, sepertinya butuh napas sejenak. Momentum naik 11 poin lebih di akhir perdagangan Jumat itu belum tentu jadi modal untuk langsung melesat.

Analis dari WH Project melihat ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Salah satunya, indeks seakan mentok di area 8.970. Level itu sudah tiga kali berturut-turut jadi penghalang, sejak gagal bertahan di psikologis 9.000. Situasi ini bikin indeks terlihat agak jenuh. Tapi jangan salah, kondisi jenuh beli ini belum tentu jadi awal tren turun. Bisa saja cuma koreksi sehat biasa sebelum melanjutkan pergerakan.

“Formasi tiga candlestick itu membentuk resistance IHSG di 8.970,” jelas WH Project dalam rilisnya, Minggu kemarin.

“Pada kondisi ini IHSG nampak jenuh beli dan ada potensi untuk koreksi sehat. Koreksi ini kemungkinan disebabkan oleh saham-saham big caps konglomerat khususnya dari grup Barito (Prajogo Pangestu).”

Nah, di sisi lain, bukan berarti semua sektor suram. Menurut analis tersebut, justru ada peluang di saham-saham sektor tambang dan energi. Saham-saham di sektor itu masih layak dipertimbangkan buat jadi pilihan di awal pekan.

“Namun beberapa saham sektor tambang dan energi masih bisa dipertimbangkan sebagai saham pilihan awal pekan ini,” tambahnya.

Dengan pertimbangan itu semua, proyeksi untuk hari ini adalah pergerakan IHSG yang mixed, bergerak dalam kisaran sempit antara 8.900 dan 9.000. Lalu, saham apa saja yang secara teknikal disebutkan sebagai pilihan? WH Project merekomendasikan empat emiten.

Pertama, HRUM dengan rekomendasi beli dan target harga Rp1.200 sampai Rp1.300. Kemudian NICL, juga buy, dengan estimasi tembus ke Rp2.000. Lalu ada ESSA yang diproyeksi bisa ke level Rp640–Rp680. Terakhir, SMGR dengan target harga di kisaran Rp2.740 hingga Rp2.800.

Jadi, investor mungkin perlu lebih jeli hari ini. Pasar tampaknya butuh konfirmasi lebih dulu sebelum menentukan arah yang lebih pasti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar