Harga Minyak Melonjak, Pasar Waspadai Gejolak Iran dan Ukraina

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:54 WIB
Harga Minyak Melonjak, Pasar Waspadai Gejolak Iran dan Ukraina

Tapi jangan salah, tidak semua berita mendukung kenaikan harga. Persediaan global masih tinggi, dan banyak yang menganggap kelebihan pasokan ini akan membatasi reli. Analis Haitong Futures berpendapat, jika ketegangan di Iran tidak meledak lebih jauh, kenaikan harga mungkin cuma sementara.

Perhatian juga beralih ke Venezuela. Kabarnya, Gedung Putih akan segera mengadakan pertemuan dengan sejumlah perusahaan minyak dan rumah dagang. Tujuannya membahas skema penjualan minyak Venezuela yang terhambat.

Presiden AS Donald Trump menuntut akses penuh ke sektor minyak negara itu, terutama setelah penangkapan pemimpinnya, Nicolas Maduro. Pemerintah AS bahkan bersikukuh akan mengendalikan penjualan dan pendapatan minyak Venezuela tanpa batas waktu.

Tak heran, nama-nama besar seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura disebut-sebut sedang bersaing. Mereka ingin mendapat kesepakatan AS untuk memasarkan minyak PDVSA yang menumpuk sekitar 50 juta barel akibat embargo ketat.

"Pasar akan fokus pada hasil penjualan dan pengiriman minyak Venezuela yang tersimpan dalam beberapa hari mendatang," kata Tina Teng dari Moomoo ANZ.

Sinyal dari dalam negeri AS sendiri juga menarik. Jumlah rig aktif untuk minyak dan gas turun menjadi 544 unit. Angka ini adalah yang terendah sejak pertengahan Desember lalu, mengisyaratkan perlambatan aktivitas produksi.

Jadi, pasar minyak saat ini seperti diombang-ambingkan antara ketakutan akan gangguan pasokan dan realitas persediaan yang melimpah. Menunggu saja, mana yang akan menang.


Halaman:

Komentar