Lalu, bagaimana kinerja keuangan mereka sejauh ini? Hingga kuartal ketiga 2025, pendapatan neto SOCI tercatat USD 118 juta. Angka ini sedikit meredup dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 120,4 juta.
Namun begitu, ceritanya berbeda saat melihat laba. Justru di tengah tekanan pendapatan, EBITDA malah naik menjadi USD 47,9 juta dari sebelumnya USD 45,6 juta di Januari-September 2024. Pencapaian ini tak lepas dari efisiensi operasional dan tingkat penggunaan armada yang tetap tinggi, menyentuh rata-rata 87% dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Laba bruto pun ikut merangkak naik, dari USD 30,9 juta menjadi USD 31,8 juta. Sementara laba usaha mengalami kenaikan tipis, berada di angka USD 23,6 juta. Di sisi lain, laba bersih yang jadi hak pemilik induk terlihat stabil, yakni USD 12 juta, hampir sama dengan periode 9M 2024.
Dari laporan neraca, terlihat total aset SOCI per akhir September 2025 mencapai USD 632,8 juta. Jumlah ini meningkat cukup signifikan dari akhir tahun 2024 yang sebesar USD 602,7 juta. Kenaikan itu terutama datang dari penambahan aset tetap, menyusul akuisisi dua unit kapal baru sepanjang 2025. Langkah ini jelas bertujuan memperkuat kapasitas dan memperluas jangkauan layanan mereka ke depannya.
Artikel Terkait
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026