Di sisi lain, perusahaan bisa lebih fokus menggarap segmen inti lain yang dinilai punya prospek pertumbuhan lebih menjanjikan untuk jangka panjang.
Pendapat serupa datang dari pucuk pimpinan. Presiden Direktur Unilever Indonesia meyakini keputusan ini bagus untuk semua pihak. Menurutnya, transaksi justru akan memberi ruang bagi Sariwangi untuk berkembang lebih kuat lagi.
"Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," jelasnya.
Ini memang akhir dari sebuah babak panjang. Unilever membeli Sariwangi jauh di tahun 1989, dan berhasil mengubah kebiasaan minum teh masyarakat dengan memperkenalkan konsep teh celup. Kini, setelah lebih dari tiga dekade, tongkat estafet brand ikonis itu akan diteruskan ke pemain lokal.
Artikel Terkait
Harga Emas Dunia Terkoreksi, Dipicu Penguatan Dolar dan Aksi Ambil Untung
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Jika Bertahan di Atas 8.170
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret