Di sisi lain, perusahaan bisa lebih fokus menggarap segmen inti lain yang dinilai punya prospek pertumbuhan lebih menjanjikan untuk jangka panjang.
Pendapat serupa datang dari pucuk pimpinan. Presiden Direktur Unilever Indonesia meyakini keputusan ini bagus untuk semua pihak. Menurutnya, transaksi justru akan memberi ruang bagi Sariwangi untuk berkembang lebih kuat lagi.
"Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," jelasnya.
Ini memang akhir dari sebuah babak panjang. Unilever membeli Sariwangi jauh di tahun 1989, dan berhasil mengubah kebiasaan minum teh masyarakat dengan memperkenalkan konsep teh celup. Kini, setelah lebih dari tiga dekade, tongkat estafet brand ikonis itu akan diteruskan ke pemain lokal.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi