Catatan Perjalanan Nataru: Angkutan Laut dan Kereta Ramai, Jalan Raya Sepi

- Selasa, 06 Januari 2026 | 14:06 WIB
Catatan Perjalanan Nataru: Angkutan Laut dan Kereta Ramai, Jalan Raya Sepi

Gelombang perjalanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini benar-benar terasa. Data terbaru dari Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat lebih dari 21,4 juta penumpang memanfaatkan angkutan umum. Angka itu naik sekitar 12,5% dibandingkan periode serupa sebelumnya yang 'hanya' 19 juta penumpang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambut baik hasil ini. Lewat keterangan tertulisnya pada Selasa (6/1), ia menilai gelombang mudik dan balik telah berjalan sesuai rencana.

“Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujarnya.

Jika dirinci, kenaikan penumpang ternyata tidak merata di semua moda. Yang paling mencolok adalah angkutan laut dan penyeberangan, yang melonjak masing-masing di atas 43% dan 35%. Kereta api juga ramai, dengan kenaikan hampir 13%. Untuk penerbangan, kenaikannya tipis, hanya 0,73%. Satu-satunya yang justru mengalami penurunan adalah angkutan jalan, dari 3,3 juta menjadi 3,1 juta penumpang.

Di sisi lain, arus kendaraan pribadi juga meningkat. Kendaraan yang keluar-masuk Jakarta via jalan tol naik 3,39%. Sementara itu, arus di jalan arteri menuju Jabodetabek malah melonjak lebih tinggi, mencapai 17,3%.

Namun begitu, ada kabar baik soal waktu tempuh. Menurut Dudy, perjalanan dari Cawang menuju Banyumanik tahun ini rata-rata bisa ditempuh dalam 5 jam 4 menit. Itu turun sekitar 5% dari tahun lalu. Untuk arus sebaliknya, penurunan waktunya bahkan lebih signifikan, sampai 10,1%.

Lalu, kemana saja tujuan utama para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi? Rupanya, dominasi masih ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tak ketinggalan juga tujuan ke Banten, Sumatera, serta beberapa daerah favorit di Jawa Barat seperti Puncak dan Sukabumi.

Untuk memantau semua keramaian ini, Kemenhub tak main-main. Mereka membuka posko di ribuan titik. Secara total, ada 1.549 titik pemantauan yang tersebar di berbagai simpul transportasi. Rinciannya begini: stasiun kereta api jadi yang paling banyak dipantau dengan 471 titik, disusul pelabuhan laut (264), bandara (257), pelabuhan penyeberangan (248), terminal (222), serta gerbang tol dan jalan arteri yang masing-masing punya puluhan titik pengawasan.

Dengan kata lain, semua titik krusial diawasi ketat. Hasilnya? Lalu lintas mudik dan balik tahun ini berjalan relatif lancar, meski jumlah pemudiknya bertambah banyak.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar