Presiden Donald Trump bahkan memberikan peringatan keras. Dia menyebut kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak upaya AS membuka sektor minyak dan menghentikan perdagangan narkoba. Trump juga mengisyaratkan tindakan potensial terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkoba ilegal.
Nah, dalam iklim seperti inilah emas selalu bersinar. Sebagai penyimpan nilai tradisional, logam ini kinclong di lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil justru itu jadi keunggulannya.
Zumpfe punya pandangan ke depan. Menurutnya, peluang emas mendobrak rekor tertinggi baru sangat terbuka. Syaratnya, ketegangan geopolitik meluas atau data ekonomi AS yang datang membuktikan The Fed perlu memotong suku bunga lebih dalam dari perkiraan pasar.
Sekarang, mata pelaku pasar tertuju pada data nonfarm payrolls AS untuk Desember, yang dirilis Jumat mendatang. Banyak yang berharap akan ada setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Emas bukan satu-satunya yang merayap naik. Harga perak juga melambung 5,2 persen ke USD 76,37 per ons menyusul kenaikan gila-gilaan 147 persen sepanjang 2025. Statusnya sebagai mineral kritis AS dan defisit pasar di tengah permintaan yang membubung jadi alasannya.
Logam mulia lain ikut menikmati sentimen positif. Platinum naik 5,9 persen ke USD 2.269,55, sementara palladium menguat 3,4 persen menjadi USD 1.694,75 per ons.
Artikel Terkait
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi
Analis HSBC Proyeksikan Emas Tembus USD 5.000 pada Awal 2026