Senin sore (5/1) itu, Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat tampak ramai. Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan mendadak, mengumpulkan sejumlah menteri ekonomi di tengah hiruk-pikuk ibukota.
Pantauan di lokasi menunjukkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia adalah salah satu yang pertama tiba. Jam di menunjuk pukul tiga sore lewat ketika ia melintas, namun tak ada penjelasan apa pun mengenai agenda kedatangannya. Bahlil hanya melangkah cepat, masuk ke dalam istana.
Tak berselang lama, sekitar setengah jam kemudian, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyusul. Ia terlihat mengenakan kemeja putih yang rapi. Saat ditemui, Airlangga sempat menyampaikan bahwa pemerintah tengah memantau ketat sebuah perkembangan.
“Kami masih memonitor eskalasi antara Venezuela dan Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut Airlangga, fokus utama pemantauan adalah dampaknya terhadap harga minyak dunia. Namun begitu, ia menilai situasi masih terkendali.
“Yang utama kan berpengaruh ke harga minyak. Tapi kalau dilihat satu dua hari ini, belum ada gejolak tinggi. Harganya relatif masih rendah, sekitar 63 dolar per barrel,” jelasnya lagi.
Gelombang kedatangan menteri belum berakhir. Tak lama setelah Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun hadir. Uniknya, Purbaya justru tampak belum mendapat informasi jelas soal tujuan rapat ini.
“Rapat saya enggak tahu rapat apa nih,” katanya sambil tertawa ringan.
“Nanti mungkin abis rapat ya,” tambahnya, sebelum ikut masuk ke dalam istana. Pertemuan sore itu pun dimulai, dengan agenda yang masih diselimuti tanda tanya bagi sebagian yang hadir.
Artikel Terkait
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen