Bencana banjir dan longsor di Sumatera memang memutus banyak akses. Nah, sebagai respons, Bank Mandiri baru-baru ini berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan. Mereka membangun lima jembatan bailey untuk menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang terisolasi itu.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan langkah ini adalah dukungan nyata mereka sebagai mitra pemerintah. Tujuannya jelas: mempercepat penanganan dampak bencana agar roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat bisa kembali berdenyut.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana,” ujar Riduan.
“Jembatan bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya dalam keterangan resmi Sabtu lalu (3/1/2025).
Memang, jembatan jenis ini dikenal adaptif. Mudah dipasang, bahkan bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan di lapangan. Ia diharapkan jadi solusi sementara yang efektif, sebelum nantinya dibangun infrastruktur permanen.
Menurut Riduan, kolaborasi lintas sektor semacam ini penting. Harapannya, jembatan itu bisa jadi penghubung vital. Bukan cuma untuk mobilitas warga sehari-hari, tapi juga untuk distribusi bantuan dan akses layanan publik yang lebih lancar. Dengan begitu, pemulihan daerah terdampak bisa berjalan lebih optimal.
Artikel Terkait
BEI Hentikan Perdagangan Saham NSSS Usai Harga Meroket 80 Persen
Data Kontap Bermasalah, Aktivasi Coretax Tersendat
Modal Asing Rp 2,43 Triliun Serbu Indonesia di Akhir 2025
MPXL Melonjak 11%, Manajemen Pacu Strategi Baru di Awal 2026