Samsung Kembali! Sambutan Hangat Pelanggan untuk HBM4 Jadi Modal Tempur di Era AI

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:15 WIB
Samsung Kembali! Sambutan Hangat Pelanggan untuk HBM4 Jadi Modal Tempur di Era AI

Respons dari pelanggan terhadap chip memori HBM4 terbaru Samsung ternyata sangat positif. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Samsung Electronics, Jun Young Hyun. Menurutnya, umpan balik itu menunjukkan kepercayaan yang kembali menguat terhadap kemampuan teknologi perusahaan, terutama di segmen chip memori berperforma tinggi untuk komputasi AI.

Jun bahkan mengutip perkataan langsung dari beberapa klien. "Khususnya untuk HBM4, pelanggan bahkan menyatakan bahwa 'Samsung telah kembali'," katanya.

Namun begitu, dia tak mau berpuas diri. Jun mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan daya saing. Persaingan di pasar chip AI ini melesat cepat, dan lonjakan permintaannya sudah bukan hal yang mengejutkan lagi. Dia memprediksi lingkungan bisnis tahun 2026 justru akan lebih sulit dibanding tahun lalu. Karena itu, investasi dan upaya yang lebih berani mutlak diperlukan untuk menyambut masa depan.

Peta persaingannya sendiri memang ketat. Data dari Counterpoint Research menunjukkan, di kuartal ketiga 2025, SK Hynix masih memimpin pasar HBM dengan pangsa 53 persen. Posisi Samsung ada di belakangnya dengan 35 persen, disusul Micron yang menguasai 11 persen.

Di sisi lain, sentimen pasar terhadap Samsung dan SK Hynix terlihat sangat optimis. Pada hari pertama perdagangan di tahun baru, saham Samsung Electronics melonjak 7,2 persen, sementara saham SK Hynix naik 4 persen. Keduanya mencetak rekor tertinggi baru dan mengalahkan kenaikan indeks KOSPI yang hanya 2,3 persen. Sebuah awal yang cukup spektakuler.

Bicara soal bisnis foundry memproduksi chip berdasarkan desain klien Jun merasa optimis. Kesepakatan pasokan baru-baru ini dengan pelanggan global utama, katanya, telah menyiapkan bisnis ini untuk lompatan besar. Salah satu kesepakatan besar itu adalah kerja sama senilai USD 16,5 miliar dengan Tesla yang diteken pada Juli lalu.

Sementara itu, dari sisi bisnis perangkat, co-CEO TM Roh memberikan pandangan yang lebih berhati-hati. Menurutnya, tahun 2026 kemungkinan membawa lebih banyak ketidakpastian dan risiko, mulai dari kenaikan harga komponen sampai hambatan tarif global.

"Untuk memposisikan diri kita agar tetap unggul dalam situasi apa pun, kita akan memperkuat daya saing inti kita melalui diversifikasi rantai pasokan yang proaktif dan optimalisasi operasi global," jelas Roh. Strategi itu diharapkan bisa mengatasi masalah pengadaan komponen dan risiko tarif.

Pada akhirnya, bagi Samsung, kesuksesan pengembangan HBM4 ini bukan sekadar produk baru. Ini akan menjadi faktor penentu untuk memperkuat posisinya di peta semikonduktor global, terutama di tengah gelombang besar adopsi AI oleh raksasa-raksasa teknologi dunia. Perlombaan ini masih panjang, dan mereka tak ingin ketinggalan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar