Respons dari pelanggan terhadap chip memori HBM4 terbaru Samsung ternyata sangat positif. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Samsung Electronics, Jun Young Hyun. Menurutnya, umpan balik itu menunjukkan kepercayaan yang kembali menguat terhadap kemampuan teknologi perusahaan, terutama di segmen chip memori berperforma tinggi untuk komputasi AI.
Jun bahkan mengutip perkataan langsung dari beberapa klien. "Khususnya untuk HBM4, pelanggan bahkan menyatakan bahwa 'Samsung telah kembali'," katanya.
Namun begitu, dia tak mau berpuas diri. Jun mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan daya saing. Persaingan di pasar chip AI ini melesat cepat, dan lonjakan permintaannya sudah bukan hal yang mengejutkan lagi. Dia memprediksi lingkungan bisnis tahun 2026 justru akan lebih sulit dibanding tahun lalu. Karena itu, investasi dan upaya yang lebih berani mutlak diperlukan untuk menyambut masa depan.
Peta persaingannya sendiri memang ketat. Data dari Counterpoint Research menunjukkan, di kuartal ketiga 2025, SK Hynix masih memimpin pasar HBM dengan pangsa 53 persen. Posisi Samsung ada di belakangnya dengan 35 persen, disusul Micron yang menguasai 11 persen.
Di sisi lain, sentimen pasar terhadap Samsung dan SK Hynix terlihat sangat optimis. Pada hari pertama perdagangan di tahun baru, saham Samsung Electronics melonjak 7,2 persen, sementara saham SK Hynix naik 4 persen. Keduanya mencetak rekor tertinggi baru dan mengalahkan kenaikan indeks KOSPI yang hanya 2,3 persen. Sebuah awal yang cukup spektakuler.
Artikel Terkait
SOFA Bentuk Konsorsium Internasional untuk Garap Proyek Waste-to-Energy
Mantan Bos Angkasa Pura II Resmi Pimpin Jasa Raharja
PACK Siapkan Rights Issue Rp3,25 Triliun untuk Restrukturisasi dan Ekspansi
VICI: Dari Sabun hingga Saham, Kisah Produsen Herborist yang Merambah Pasar Global