JAKARTA – Targetnya jelas: juara. Itulah tekad pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi, menyambut Indonesia Masters 2026. Momentumnya tepat. Selain jadi tuan rumah, kontingen Merah Putih juga mendapat angin segar dengan absennya beberapa pasangan top dunia. Semua faktor itu membuat Antonius percaya diri.
Turnamen bergengsi Super 500 ini bakal digelar di Istora Senayan, 20–25 Januari mendatang. Bagi para pebulutangkis tanah air, ini adalah panggung sempurna untuk menunjukkan taring di depan para pendukung sendiri. Tak heran, PBSI menurunkan komposisi terbaik mereka.
“Ya kita target emang harus juara ya, apalagi main di rumah, realistis aja ya kan,”
Ucap Antonius saat berbincang di Pelatnas Cipayung, Kamis lalu. Empat pasangan akan menjadi tumpuan: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta pasangan non Pelatnas, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Di sisi lain, keyakinan Antonius punya dasar yang kuat. Peta persaingan memang terlihat lebih terbuka. Pasangan Korea Selatan yang kerap jadi momok, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dipastikan tak akan tampil. Ancaman terberat, menurutnya, cuma datang dari satu arah.
“Memang gak mudah kan, memang di atasnya Fajar/Fikri masih ada Aaron Chia/Soh Wooi Yik, terus Seo (Seung Jae/Kim Won Ho) gak main kan ya. Aaron Chia/Soh Wooi Yik aja,”
sambungnya merujuk pada ganda Malaysia yang bakal menjadi unggulan pertama.
Namun begitu, Antonius sama sekali tak mau anak asuhnya berpuas diri. Dia mengingatkan, sektor ganda putra selalu penuh kejutan. Lengah sedikit, bisa-bisa kalah dari pasangan yang tak diunggulkan sekalipun.
“Tapi tentu kan di ganda putra itu kita juga gak boleh lengah, di bawah-bawahnya juga itu gak seimbang semua, kita lengah dikit atau kita gak main gak in, start di lapangan gak bagus, kita bisa kalah,”
tegasnya. Dia juga menyoroti kedalaman skuad dari negara-negara lain yang patut diwaspadai.
Jepang dengan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi-nya, deretan pemain tangguh dari Taiwan, hingga cadangan Malaysia yang tak bisa dipandang remeh. Semuanya punya potensi mengacaukan rencana.
“Makanya kita harus juga waspada juga dengan yang bawah-bawah, yang lainnya. Ada Jepang, terus banyak lah pemain-pemain di Taiwan banyak sekali, ya kan. Malaysia juga backupnya gak jelek juga kan,”
pungkas Antonius. Jadi, meski peluang terbuka lebar, perjalanan menuju podium tertinggi di Istora nanti dipastikan tak akan mulus. Semuanya harus diperjuangkan.
Artikel Terkait
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas
Arsenal Incar Jeremy Monga, Bisa Kumpulkan Tiga Pemain Termuda Premier League
Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0 di Kanjuruhan