Langit malam di Hanoi pecah oleh cahaya. Kembang api warna-warni menari, menandai datangnya Tahun Baru Imlek 2026. Bukan cuma di Vietnam, semangat perayaan yang sama terasa di seantero dunia, di mana pun warga Tiongkok merayakan Festival Musim Semi. Ritual pulang kampung, atau mudik, sudah jadi tradisi inti. Kali ini, arus mudik di Tiongkok sendiri terasa agak berbeda.
Bayangkan ribuan kendaraan memadati Gerbang Tol Wucuang di Suzhou pada suatu Jumat di pertengahan Februari. Mereka semua punya tujuan sama: pulang. Tapi kemacetannya tahun ini nggak separah biasanya. Rupanya, banyak keluarga udah memilih berangkat lebih awal. Strategi mereka cukup jitu untuk mengakali kepadatan yang biasanya bikin frustrasi.
Gerbang tol raksasa ini kan penghubung vital. Ia menyambungkan Shanghai dan Jiangsu ke provinsi-provinsi lain di pedalaman. Menurut perkiraan petugas, bakal ada sekitar 9,5 miliar perjalanan antarwilayah dalam rentang 40 hari masa angkutan liburan. Angka yang sulit dibayangkan, bukan?
Nuansa Imlek ternyata merambah jauh hingga ke negeri salju. Di Moskow, Rusia, perayaannya bisa sampai dua minggu lamanya! Berbagai lokasi di kota itu ramai dengan pameran, pasar makanan khas, dan tentu saja, lapak suvenir.
Orang-orang lalu lalang di jalanan yang dihiasi lampion merah menyala dan patung naga yang megah. Sambil berjalan, mereka mampir mencicipi hidangan dari berbagai kios yang berjejer. Suasana hangatnya mampu mengusir dinginnya udara Moskow.
Jadi, meski rupa perayaannya berbeda-beda di tiap negara, esensinya tetap sama: berkumpul, bersyukur, dan menyambut tahun baru dengan harapan. Itulah kekuatan Festival Musim Semi; ia bisa merasa seperti di rumah, meski rumah itu ribuan kilometer jauhnya.
Artikel Terkait
Rafael Benitez Buka Suara, Siap Latih Timnas Italia
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Sopir Taksi Online Rusak Mobil di Tol JORR, Diamankan Tim Resmob Polda Metro Jaya
BPIP Terbitkan Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 untuk Seluruh Instansi