Dua kelompok lobi bisnis terkemuka di Jepang akhirnya angkat bicara. Mereka mendesak pemerintah agar segera bertindak menangani pelemahan yen yang terus berlanjut. Soalnya, kondisi ini dinilai sudah mulai membebani banyak pihak, dari rumah tangga biasa hingga pelaku usaha.
Desakan itu disuarakan langsung oleh para pimpinannya dalam beberapa wawancara dengan media lokal. Tekanan pada yen, yang sempat dianggap menguntungkan eksportir, kini menunjukkan sisi lain yang lebih suram.
Yoshinobu Tsutsui, Ketua Keidanren kelompok lobi terbesar di sana mengakui bahwa yen lemah memang bisa mendongkrak keuntungan perusahaan pengekspor. Tapi dia punya pandangan yang lebih jauh ke depan.
Artinya, keuntungan jangka pendek bagi segelintir perusahaan mungkin tak sebanding dengan risiko yang ditanggung perekonomian secara keseluruhan.
Artikel Terkait
IHSG Sentuh 8.680 di Pembukaan Perdagangan Awal 2026
Harga Emas Antam Naik Rp 16.000, Pajak Pembelian Dihapus
IHSG 2026: Optimisme Berlanjut, Tapi Waspadai Koreksi di Tengah Jalan
IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Justru Terseret Melemah