Hingga September 2025, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) sudah menggelontorkan belanja modal atau capex senilai Rp20,3 miliar. Angka itu baru sekitar sepertiga dari total anggaran yang disiapkan untuk tahun depan, yang mencapai Rp63,9 miliar. Menurut perkiraan perusahaan, realisasi penyerapan dana capex hingga akhir tahun nanti mungkin bisa mencapai 70-75 persen.
Lalu, kemana saja uang sebesar itu dialirkan? Direktur Utama Delta Djakarta, Webster A. Gonzales, membeberkan fokusnya. Dana tersebut terutama dipakai untuk meningkatkan operasional, mengganti beberapa mesin pabrik yang sudah tua, dan memperkuat sistem teknologi informasi mereka. Semuanya bertujuan mendukung kelancaran bisnis ke depan.
“Capex 2025 kami diarahkan untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional, terutama di sisi pabrik dan sistem IT,” jelas Webster.
Pernyataan itu disampaikannya dalam paparan Public Expose di keterbukaan informasi, Rabu (24/12/2025).
Menariknya, di balik investasi untuk efisiensi ini, manajemen justru melihat secercah sinar di ujung terowongan. Mereka optimis prospek industri bir pada 2026 akan lebih cerah ketimbang tahun ini. Tentu saja, ini bukan tanpa alasan. Webster menyebut sejumlah faktor kunci yang akan memengaruhi, mulai dari daya beli masyarakat, kebijakan pemerintah, hingga tren kunjungan wisatawan lokal maupun asing ke Indonesia.
“Faktor ekonomi, regulasi, serta arus wisatawan sangat memengaruhi pasar bir secara keseluruhan,” kata dia.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.002, Dihantui Ketegangan Iran dan Prospek Kenaikan Suku Bunga AS
IHSG Bangkit dari Jurang 7.000, Ditutup Melemah Tipis di 7.091
BREN Akhiri Program Buyback Saham Lebih Cepat, Kondisi Pasar Dinilai Stabil
Saham Sawit Melonjak Didorong Komitmen Presiden Terhadap Program B50