Pasar saham Indonesia menutup pekan pendek dengan catatan merah. Sepanjang tiga hari perdagangan, 22 hingga 24 Desember 2025, tekanan jual mendominasi lantai bursa. IHSG sendiri tercatat melemah 0,83 persen ke level 8.537,9 poin. Suasana itu langsung terpantul dalam kinerja sejumlah saham yang anjlok cukup dalam.
Puncak daftar 'top losers' pekan ini ditempati oleh PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB). Sahamnya benar-benar terpuruk, anjlok tajam sebesar 37,85 persen. Dari posisi Rp354 per saham, harganya merosot hingga ke level Rp220. Penurunan yang cukup mencolok dan jadi sorotan.
Tak hanya PJHB, saham-saham lain juga terlihat limbung. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), misalnya, menyusut 27,78 persen ke Rp338. Sementara itu, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang baru saja melantai juga ikut terimbas. Setelah sempat meroket saat IPO, saham SUPA kini terkoreksi 24,80 persen ke level Rp925. Tampaknya, euforia perdana mulai mereda.
Di sisi lain, tekanan jual ternyata cukup merata. Sektor properti hingga konsumen juga ikut terdampak. Saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) melemah lebih dari 21 persen, sedangkan PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) menutup pekan dengan penurunan hampir 20 persen.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025