Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mendesak PT KAI untuk segera memperluas jaringan KRL Commuter Line. Menurutnya, rute yang sekarang berakhir di Stasiun Cikarang harus segera ditarik lebih jauh lagi minimal sampai Karawang, atau bahkan hingga Cikampek.
Daerah itu kan kawasan industri nasional. Mobilitas pekerjanya luar biasa tinggi. Banyak orang yang tinggal di Bekasi atau Jakarta, tapi setiap hari harus berangkat kerja ke pabrik-pabrik di Karawang dan Cikampek. Begitu juga sebaliknya. Kondisi ini, seperti dilaporkan Antaranews Rabu lalu, jadi alasan utama Saan melihat urgensi perpanjangan rute tersebut.
“Kalau KRL masuk (Karawang), mobilitas masyarakat akan jauh lebih efisien,” ujar Saan.
Dia memprediksi, “Kalau nanti ada KRL, penumpang bisa di atas 5.000 per hari, bahkan bisa lebih. Soalnya arus pekerja sangat tinggi.”
Lantas, apa kendalanya? Masalah utamanya sederhana: jalur rel dari Cikarang menuju Cikampek dan Karawang itu belum terelektrifikasi. Itulah sebabnya KRL Jabodetabek belum bisa menjangkau dua wilayah industri penting itu. Padahal, permintaan masyarakat dipastikan akan sangat besar.
Di sisi lain, rencana untuk menangani masalah ini sebenarnya sudah ada di atas kertas. Proyek elektrifikasi untuk jalur sepanjang 40 kilometer dari Cikarang ke Cikampek itu sudah direncanakan. Saan menegaskan bahwa DPR RI akan mengawal dan mendorong percepatan realisasinya.
“Desainnya sudah ada, rencananya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan percepatan,” tegasnya.
Bagi Saan, ini bukan cuma sekadar proyek transportasi biasa. “Ini bukan sekadar proyek transportasi, tapi kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” katanya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Wall Street Terkoreksi, Saham Alphabet Anjlok Imbas Rencana Pendanaan AI Raksasa
Harga Tembaga Melonjak ke Level Tertinggi Dua Pekan Dipicu Ketidakpastian Tarif AS dan Pasokan Mengetat
PACK Pastikan Regulasi Ekspor Baru Tak Ganggu Kinerja Perusahaan
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan