Wall Street Melaju Didorong Optimisme AI, S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi

- Selasa, 23 Desember 2025 | 06:12 WIB
Wall Street Melaju Didorong Optimisme AI, S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi

Wall Street kembali mencatatkan hari yang positif. Pada perdagangan Senin (22/12), pasar saham AS ditutup menguat, melanjutkan tren reli yang cukup solid. Sentimen optimis terhadap teknologi, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan, jadi penyokong utama pergerakan ini.

Indeks Dow Jones naik 0,47 persen ke level 48.362,68. Sementara itu, S&P 500 bertambah 0,64 persen menjadi 6.878,49. Nasdaq Composite juga ikut merangkak naik 0,52 persen ke posisi 23.428,83. Kenaikan ini membuat S&P 500 dan Dow Jones kini cuma berjarak tipis kurang dari 1 persen dari rekor tertinggi sejarah yang mereka raih awal Desember lalu.

Memang, semangat pasar sudah terlihat sejak akhir pekan. Proyeksi kinerja Micron Technology yang ternyata lebih bagus dari perkiraan, ditambah laporan inflasi yang lebih rendah, memberi angin segar. Saham-saham chip langsung mendapat giliran.

Nvidia, misalnya, memberikan kontribusi terbesar bagi penguatan S&P 500. Kabarnya, perusahaan itu berencana mengirimkan chip AI terkuat keduanya ke klien di China sebelum perayaan Tahun Baru Imlek pertengahan Februari mendatang.

Micron sendiri melonjak 4 persen. Mayoritas produsen chip lainnya juga ikut naik, mendorong indeks semikonduktor PHLX naik 1,1 persen.

Tapi, tidak semua analis yakin reli ini akan berlangsung mulus.

“Saya tidak yakin pasar akan naik jauh lebih tinggi; kemungkinan akan terus bergerak naik-turun. Hari ini kita memang diperdagangkan lebih tinggi, tetapi saya tidak akan terkejut jika pasar kembali terkoreksi, lalu reli lagi hingga berada di kisaran level saat ini,”

Demikian kata Ken Polcari, analis pasar di Slatestone Wealth.

Di sisi lain, secara historis, Desember memang bulan yang manis bagi investor. Ada yang namanya fenomena Santa Claus rally. Biasanya, S&P 500 rata-rata naik 1,3 persen dalam periode lima hari terakhir di tahun berjalan dan dua hari pertama di Januari. Tahun ini, momen itu dimulai Rabu (24/12) dan berlangsung hingga 5 Januari.

Optimisme soal AI, ketahanan ekonomi AS, dan harapan akan pelonggaran suku bunga telah berhasil menepis kekhawatiran soal tarif. Faktor-faktor itulah yang mendorong tiga indeks utama Wall Street menguat untuk tahun ketiga berturut-turut. Sepanjang tahun ini saja, S&P 500 sudah naik 17 persen.

Hampir semua sektor di zona hijau. Sektor material dan energi jadi yang terbaik, masing-masing naik 1,4 persen dan 1,1 persen, seiring lonjakan harga komoditas. Teknologi naik 0,4 persen. Sektor keuangan bahkan mencatat level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan 1,3 persen.

Ada juga beberapa saham yang menarik perhatian. Tesla naik 1,6 persen setelah paket gaji CEO Elon Musk untuk tahun 2018 dipulihkan oleh pengadilan. Warner Bros. Discovery melonjak 3,5 persen berkat jaminan pribadi dari pendiri Oracle, Larry Ellison, untuk pembiayaan akuisisi Paramount. Saham Paramount sendiri ikut naik 4,3 persen.

Clearwater Analytics Holdings bahkan melesat 8,1 persen. Ini setelah sekelompok perusahaan ekuitas swasta sepakat mengakuisisi perusahaan perangkat lunak itu dengan nilai sekitar USD 8,4 miliar.

Secara luas, jumlah saham yang naik jauh lebih banyak daripada yang turun. Rasio di NYSE 2,15 banding 1, sementara di Nasdaq 1,61 banding 1. Indeks S&P 500 mencatat 42 saham yang mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir. Nasdaq lebih banyak lagi, ada 113 saham yang cetak rekor baru.

Meski begitu, volume perdagangan hari ini terbilang lebih sepi. Hanya sekitar 14,57 miliar saham yang berpindah tangan, lebih rendah dari rata-rata 20 hari terakhir yang mencapai 16,9 miliar saham. Mungkin sebagian investor sudah mulai bersiap untuk liburan akhir tahun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar