Lalu, apa yang mendorong semua ini? Ternyata, peran pemerintah pusat dan sektor perbankan semakin kentara. Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, tak lepas dari dinamika pengelolaan fiskal yang sedang berjalan.
"Perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit," jelas Denny.
Ia memaparkan, tagihan bersih kepada Pempus pada November melesat 8,7 persen. Padahal bulan sebelumnya hanya 5,4 persen. Di sisi lain, perbankan juga tak mau ketinggalan. Fungsi intermediasinya menunjukkan perbaikan. Penyaluran kredit tumbuh 7,9 persen, lebih baik dari Oktober yang 7,0 persen.
Bagaimana dengan faktor eksternal? Aktiva luar negeri bersih memang masih tumbuh, meski sedikit melambat. Angkanya 9,7 persen di November, turun tipis dari Oktober yang 10,4 persen. Tapi secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan dinamika transaksi luar negeri dan cadangan devisa yang tetap stabil. Jadi, secara umum, gambaran likuiditas kita lagi cukup cerah.
Artikel Terkait
Laba Bersih Darya-Varia Naik 5% di 2025, Didorong Pertumbuhan Pendapatan
Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Mulai April 2026 untuk Stabilkan Pasar Domestik
RISE Catat Lonjakan Laba 165% di 2025, Didorong Penjualan Apartemen
Analis Prediksi Rupiah Bisa Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS