Kemacetan Parah Malam Ini di Jalan Gatot Subroto: Semanggi hingga Kuningan Macet Total

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:40 WIB
Kemacetan Parah Malam Ini di Jalan Gatot Subroto: Semanggi hingga Kuningan Macet Total

Kemacetan Parah Malam Ini di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Semanggi hingga Kuningan

Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mengalami kemacetan parah pada Kamis malam (30/10/2025). Laporan kondisi lalu lintas terbaru menunjukkan arus kendaraan tersendat dari kawasan Semanggi hingga mendekati flyover Kuningan.

Pantauan Langsung Kondisi Macet Jalan Gatot Subroto

Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 21.00 WIB, kemacetan terpantau parah di depan Menara Jamsostek. Situasi lalu lintas semakin padat ketika mendekati flyover Kuningan. Kendaraan mengalami kondisi stuck atau berhenti total selama sekitar lima menit, kemudian hanya bisa bergerak pelan sebelum kembali berhenti.

Akibat kemacetan yang parah ini, terlihat beberapa pengendara sepeda motor memasuki jalur khusus TransJakarta untuk mencari alternatif. Setelah berhasil melewati flyover Kuningan, arus lalu lintas menuju Pancoran kembali lancar. Namun, kemacetan kembali terjadi di sekitar flyover Pancoran, khususnya menjelang lampu merah Pancoran.

Update Kemacetan Tol Dalam Kota Jakarta Malam Ini

Selain jalan arteri, kemacetan juga terjadi di ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) pasca hujan deras yang mengguyur Jakarta sore hari. Beberapa titik kemacetan parah meliputi:

  • Ruas Cawang hingga Semanggi
  • Wilayah Slipi menuju Pancoran
  • Ruas Tebet hingga Cawang

Laporan Resmi dari Jasa Marga

Berdasarkan update dari akun resmi Jasa Marga per pukul 20.35 WIB, kondisi lalu lintas di beberapa titik masih padat:

  • Cawang-Semanggi: Padat akibat kepadatan kendaraan menuju jalan arteri di sekitar tol Cawang dan Semanggi
  • Slipi KM 12-Pancoran KM 04: Padat karena peningkatan volume kendaraan
  • Tebet-Cawang: Mengalami kepadatan lalu lintas yang signifikan

Informasi ini dapat menjadi acuan bagi pengendara yang berencana melintasi kawasan tersebut untuk mencari alternatif rute perjalanan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar