Rosan Roeslani Targetkan Groundbreaking Kampung Haji Indonesia di Makkah Akhir 2026

- Senin, 22 Desember 2025 | 13:48 WIB
Rosan Roeslani Targetkan Groundbreaking Kampung Haji Indonesia di Makkah Akhir 2026

Rosan Roeslani, sang kepala Danantara, baru-baru ini buka suara. Dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta, ia mengungkapkan bahwa pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi akan benar-benar dimulai pada akhir 2026. Target konkretnya adalah kuartal empat tahun itu.

“Iya, jadi rencananya kita akan membuat gambar lebih detail lagi. Target pada Q4 [kuartal IV] 2026 kita sudah mulai pembangunan,”

demikian penjelasan Rosan di Jakarta, Sabtu lalu.

Ini bukan wacana baru, sebenarnya. Proyek ambisius ini merupakan kelanjutan dari langkah strategis Danantara Investment Management (DIM), yang sebelumnya telah mengikuti proses bidding untuk sebuah lahan kosong di Makkah. Mereka berhasil masuk dalam jajaran dua penawar terbesar dari 90 peserta yang ikut berebut.

Lahan yang dimenangkan nantinya bakal diubah total. Rencananya, akan berdiri 13 tower hotel yang sanggup menampung sekitar 6.000 unit kamar. Tapi kompleks ini tak cuma sekadar hotel. Rosan menegaskan akan ada fasilitas pendukung yang lebih lengkap.

“Tempat tinggal haji umrah. Ya tadi saya sampaikan ada rumah sakitnya. Ada masjidnya. Kemudian ada sarana prasarana lainnya. Sehingga nanti kebetulan haji dan umrah, termasuk nanti kita ingin perkenalkan lebih banyak kuliner Indonesia,”

ujarnya dengan semangat.

Libatkan BUMN dan Dua Kawasan Strategis

Yang menarik, Rosan menyebut bahwa pengerjaan fisik proyek raksasa ini akan melibatkan perusahaan-perusahaan BUMN. “Dan kita juga dalam pembangunan itu kita minta agar pembangunan itu bisa menyertakan BUMN kita untuk membangun di sana,” katanya. Target groundbreaking-nya sendiri diincar pada Oktober 2026.

Lokasinya pun dipilih dengan sangat cermat. Lahan yang sedang dibidik ini disebut Plot 6 di area Western Hindawiyah tidak jauh dari Masjidil Haram. Awalnya, otoritas setempat, Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), menawarkan delapan plot. Danantara memilih satu yang dianggap paling strategis.

Kalau bidding kali ini berhasil, Danantara akan punya dua aset kunci: lahan di kawasan Thakher City yang sebelumnya sudah diakuisisi (sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram), plus Plot 6 ini. Tujuannya jelas: menciptakan efisiensi logistik dan memperkuat layanan.

Dampaknya untuk Jemaah Indonesia

Nilai investasinya? Cukup fantastis. Rosan menyebut angka sekitar USD 1,2 miliar, atau kurang lebih Rp 20 triliun. “Oke (sebagai investasi) karena jemaah kita kan 2 juta orang tiap tahunnya,” tandasnya, merujuk pada potensi pasar yang besar.

Dan inilah yang paling dinanti: dampaknya terhadap biaya haji. Dengan adanya fasilitas milik sendiri yang lebih terintegrasi, Rosan yakin akan terjadi efisiensi biaya. Artinya, ongkos bagi jemaah Indonesia berpeluang turun.

“Insyaallah iya, mestinya. Jadi harganya bisa turun, tetapi sarana fasilitasnya lebih baik,”

pungkasnya. Pengumuman hasil bidding lahan Plot 6 ini sendiri dikabarkan akan segera dirilis dalam waktu dekat. Semua mata kini tertuju ke Arab Saudi.

Komentar