Kalau dirunut, ini sudah enam hari berturut-turut RLCO terkena ARA. Gila juga. Sejak IPO-nya pada 8 Desember lalu di harga Rp168 per lembar, saham ini meroket hampir 700 persen, menyentuh level Rp1.330. Kenaikan yang fantastis dan bikin banyak orang mengernyit.
Nah, dengan suspensi yang kedua ini, konsekuensinya bisa lebih berat. Jika berlangsung lebih dari satu hari, besar kemungkinan RLCO akan dimasukkan ke papan pemantauan khusus. Artinya? Nanti perdagangannya akan mengikuti skema full-call auction (FCA), yang mekanismanya lebih ketat.
Memang, sejak awal RLCO sudah memecahkan rekor. Tingkat oversubscribed atau kelebihan permintaannya mencapai 134 kali. Bahkan di fase pooling allotment, angkanya makin tak masuk akal: 948 kali! Samuel Sekuritas, sang penjamin emisi, mengungkapkan betapa ketatnya penjatahan. Investor ritel yang pesan di bawah Rp100 juta cuma dapat 1-2 lot. Yang pesan di atas Rp100 juta pun hanya kebagian 0,1-0,2 persen dari total pesanannya.
Dana segar Rp105 miliar dari hasil IPO dengan harga Rp168 per saham itu rencananya akan dipakai untuk modal kerja. Fokusnya pada pembelian bahan baku sarang burung walet untuk perusahaan dan anak usahanya.
Sekarang, semua mata tertuju pada pengumuman BEI berikutnya. Kapan suspensi ini akan dicabut, dan seperti apa kondisi RLCO nanti ketika kembali diperdagangkan.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok Tajam di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Inflasi
Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual dan Pelemahan Pasar Saham Asia
Avatar: Fire and Ash Tembus USD1 Miliar, Jadi Film Ketiga Disney yang Raih Prestasi Serupa di 2025
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi ke Level 6.745