Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran. Isinya jelas: buka kembali Selat Hormuz, atau siap-siap menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik di Teheran. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang sudah memanas sejak akhir Februari lalu.
Perang yang dipicu oleh serangan bom AS-Israel terhadap Iran itu, menurut laporan, kini telah menjalar ke berbagai titik di Timur Tengah. Iran sendiri tak tinggal diam. Mereka sudah melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal, menyasar Israel serta sejumlah kepentingan Amerika di kawasan itu.
Nah, sebagai reaksi atas ancaman Trump, militer Iran malah balik mengancam. Lewat siaran televisi pemerintah, komando operasional Khatam Al-Anbiya menyampaikan pernyataan keras.
Artikel Terkait
TMII Catat 18.000 Pengunjung di Hari Libur Lebaran, Target Harian 21.000
Fokus Timnas Indonesia Beralih ke FIFA Series Usai Laga Klub Para Pemain
Panglima CENTCOM Sebut Serangan Iran ke Target Sipil Tanda Keputusasaan
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis