Emas Siap Cetak Rekor Baru, Dipacu Gejolak Politik Global dan Sinyal The Fed

- Minggu, 21 Desember 2025 | 14:55 WIB
Emas Siap Cetak Rekor Baru, Dipacu Gejolak Politik Global dan Sinyal The Fed

Lalu, apa yang jadi penggerak utama semua gejolak ini? Kebijakan The Fed, Bank Sentral AS, masih jadi penentu utama. Meski data tenaga kerja terakhir memberi sinyal potensi turunnya suku bunga pada Januari, banyak ekonom masih ragu. Soalnya, government shutdown yang berlangsung 43 hari bikin data inflasi dan pengangguran jadi agak kacau.

Memang ada perbedaan suara di internal The Fed. Tapi Ibrahim melihat, mayoritas gubernur bank sentral itu condong mendukung pelonggaran moneter. Pernyataan sembilan gubernur The Fed pekan depan pasti akan disoroti ketat oleh pelaku pasar global.

Selain urusan suku bunga, ada faktor lain yang lebih ‘panas’: geopolitik. Ini jadi booster kuat untuk emas sebagai safe haven. Lihat saja Amerika Latin. Ketegangan melonjak setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan intervensi ke pemerintahan Maduro di Venezuela, ditandai dengan penangkapan kapal tanker minyak kedua. Situasi ini bukan cuma urusan politik, tapi juga bisa ganggu pasokan minyak dunia hingga 1,1 juta barel per hari.

Di Eropa, meski ada rencana pertemuan damai, jurang antara Rusia dan AS soal Ukraina tetap dalam. Bantuan persenjataan dari NATO malah mengisyaratkan perang bisa berlarut hingga dua tahun lagi.

Tapi, sentimen paling krusial datang dari Timur Tengah. Fokus Israel kini bergeser dari isu nuklir ke program rudal balistik supersonik Iran yang dianggap mengancam. Rencana invasi militer baru Israel ke Iran yang konon sedang dikomunikasikan dengan Trump bisa jadi katalis utama yang mendorong harga emas melampaui USD4.415 dalam waktu dekat.

Jadi, coba bayangkan. Ketidakpastian moneter AS, krisis di Venezuela, perang panjang di Eropa, plus ancaman konflik besar di Timur Tengah. Kombinasi ini menciptakan landasan yang sangat kuat bagi emas untuk bersinar terang di penghujung 2025. Sebagai instrumen lindung nilai, posisinya semakin tak tergantikan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar